Postingan

Walau Kita Tidak Pernah Tahu (Sebuah Catatan Delapan Belas Desember Kedua)

Gambar

Meja Makan

Gambar
Malam ini, aku makan sendiri lagi. Di sebuah meja makan kayu berbentuk oval, meja lama yang turut berpindah setiap kami berganti rumah.
Tak apa. Tak masalah makan sendiri. Sudah terbiasa. Hanya saja, belakangan ini beberapa ingatan kecil kerap mampir di tempurung otak kiri. Mengingat meja yang kupakai tak pernah berganti, namun aktifitas di atasnya semakin hari semakin berubah.
Dulu, semua makan di meja makan. Mama, bapak, adik-adik. Semacam tradisi menyambut rizki setiap hari. Nasi, lauk pauk, air minum, semua di atas meja. Kami duduk melingkar, bergantian mengambil nasi dan lauk, bercerita banyak hal di atas meja makan. Sering, menunggu bapak pulang dulu, barulah makan. Mama juga, menunggu anak-anaknya pulang sekolah dulu, barulah makan. 
Selalu ada syukur di atas meja makan. Alhamdulillah karena masih diizinkan Allah berkumpul dan makan bersama. Alhamdulillah seberapapun lauk-pauk yang tersedia dapat mencukupi kita berlima.
Rencana-rencana besar juga kerap dibicarakan di meja maka…

Sami'na Wa Atho'na

Gambar
Jika Allah sudah berikan ketentuan, percaya deh kita sebagai manusia baiknya manut ajah. Sami'na wa atho'na. Karena pasti banyak kebaikan di dalamnya. Srsly. Bisa jadi ilmunya belum kita ketahui, atau baru sebagian saja yang sampai pada kita, dan kelak akan kita pahami penjelasan lengkapnya terus bergumam deh "oh ini alasannya, pantes ajah ga dibolehin Allah". Allah itu Maha Tahu, kita hambanya janganlah Maha Sok Tahu.
Seperti memakan/meminum makanan/minuman yang diharamkan misalnya, yaudasi jan dimakan/diminum. Wong diperintahin sama yang Maha Tahu kok yhaa. Kelak jika ilmu kita bertambah, (percaya aja) ntar kita bakal paham kok hal-hal yang diharamkan itu nyatanya tidak baik untuk kesehatan jiwa & raga kita,  mengacaukan kestabilan emosi bahkan, yang intinya kesemua itu untuk kebaikan kita sendiri. Agar menjadi lebih terjaga, tentram jiwanya, dan dapat menghargai diri sendiri pun orang lain.
Yang muslimah, diperintahkan tutup aurat ya tutup aja dulu yekan. Ket…

Mungkin Sebenarnya, Kita Sama Saja

Gambar
Mungkin sebenarnya, kita sama saja. Hanya menyoal beberapa elemen dengan rasio berbeda, menjadikan kita terlihat tak sama.
***
Sering kali ketika kita menemukan orang lain berbeda dengan diri kita, kita merasa tak cocok dengannya. Tak sesuai. Tak sama. Let say, doi terlalu banyak bicara, terlalu pendiam, terlalu percaya diri, terlalu minder, dan terlalu-terlalu lainnya.
Padahal, itu hanya menyoal bagaimana mereka bertumbuh. Let say, seorang anak yang dididik dengan penuh ketakutan dan tekanan, besarnya nanti akan penakut dan mudah cemas. Jika dididik dengan kritikan dan banyak tuntutan, besarnya nanti akan mudah mengalami krisis percaya diri. Mendasar memang, tapi elemen-elemen itulah yang nantinya akan membentuk karakter seseorang.
Namun, pernahkah terpikir, bahwa mungkin sebenarnya, kita sama saja. Hanya menyoal beberapa elemen dengan rasio berbeda, menjadikan kita terlihat tak sama.
Ada orang-orang yang tumbuh dalam tekanan, namun tak selamanya tumbuh dalam kecemasan. Elemen lai…

Penyumbat Botol

Gambar
Mungkin, beberapa orang diciptakan layaknya penyumbat botol Meredam tekanan-tekanan Membantu menyimpan minuman dari udara luar
Mungkin, beberapa orang diciptakan layaknya penyumbat botol Sebagai wujud pertahanan Dari gejolak yang pernah memporak-poranda dan meminta kembali
Jika memang, beberapa orang diciptakan layaknya penyumbat botol Bisakah memilih kapan untuk melepas diri? Bukan karena tiba waktu tak tahan lagi
Jika memang, beberapa orang diciptakan layaknya penyumbat botol Drama akan terhenti Ketika dahaga menyegerakan hati tandaskan isi

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


..ditulis oleh seseorang yang mungkin juga adalah penyumbat botol

Bermis

Zulfin Hariani
280720182308

Temu

Gambar
Trotoar Bangku-bangku Pengamen Ramai
Salam Tatap Cerita Tawa
Langit Kelabu Hati Sendu
Embun Tenda Tikar Asap
Persimpangan Cokelat Kerlap-kerlip Lampu
Waktu Jarak Janji Mimpi
Temu





Selong

Zulfin Hariani
270720182340