SURAT DARI MASA DEPAN

Tokyo, 12 Agustus 2046
Kepada, Ken’Fin Matsuyama
Di tahun 2010

Assalamualaikum Warahmatullahiwabarakatuh

Tak perlu berbasa-basi menanyakan kabarmu/ku di 36 tahun silam. Toh aku sudah tahu keadaanmu. Bingung.

Aku adalah dirimu di masa depan, Ken. Jadi kumohon, percayalah pada dirimu sendiri.

Kau tidak salah baca. Benar. Dirimu yang sekarang tinggal di Tokyo. Tempat impianmu, di situ-dulu. Namun, aku tidak tahu untuk apa sebenarnya aku di sini, awalnya. Aku memintai pertanggung jawabanmu. Atas ambisi yang tak jelas itu. Aku tahu, di situ kau belum memikirkannya. Maka, pikirkanlah secara matang sekarang!

Tahukah kau, Ken? Dunia di tempatku sekarang sangat berbeda denganmu. Indonesia berada dekat sekali dengan Jepang. Di sini, cidomo, sepeda, motor, bahkan mobil sudah tak berharga seperti di situ-dulu. Manusia yang semakin pintar, juga menemukan cara bermalas-malasan yang canggih. Mereka –tanpa sadar—menciptakan alat-alat yang kelak melumpuhkan organ gerak mereka. Ahahaha.. bahkan bayi pun bisa terbang! Maka, peringatkan pada teman-teman kita di situ-tempatmu : cintailah olah raga. Entah itu sekedar berlari di tempat, atau mungkin marathon. haah, aku rindu itu semua!

Laptop kesayanganmu itu, --si Uca—tak ada gunanya lagi, di sini-sekarang. Kau punya Uci sebagai penggantinya. Untuk menulis, kau hanya perlu memikirkannya saja. Bahkan dilengkapi dengan animasi-animasi khas hayalanmu yang bergerak tanpa batrai. Untuk memasak dan makan pun, kau tidak perlu repot-repot untuk mengunyahnya, di sini-sekarang.

Pesanku, persiapkan dirimu, Ken. Aku tahu persis, kau mempunyai potensi besar mengubah dunia. Ya, KAU! Tak sadarkah kau tentang kesempatan yang tak pernah datang sekali, pun keberuntungan yang bertubi-tubi?? Mereka menjemputmu!

Belajar yang giat. Jangan pikirkan yang tidak perlu. Pertebal imanmu!

Dan yang paling penting : jangan pernah menyerah! Bila kau menemui kegagalan, itu adalah pertanda dekatnya dirimu dengan kesuksesan!

Ku mohon… aku tidak ingin lebih banyak menyesal lagi, kau pun nanti begitu. Banyak hal yang telah kau lewatkan, di situ-dulu! Jadilah orang yang tekun dan disiplin waktu. Terus semangat! Bila kau letih, konstankan letih itu. Sampai kau terbiasa.

Dengarkan aku/dirimu kelak ini, bila kau tidak bergegas menjadi lebih baik dari yang paling baik, disitu-sekarang, penyesalanmu akan lebih menumpuk di sini-nanti! Karena, di sini tugasmu tidak ringan, Ken..

Jangan lupakan Tuhan! Kau orang yang penting. Melaluimu, Tuhan membimbing saudara-saudara kita, kelak. Melaluimu, kebenaran akan selalu menang. Pikiranmu saat itu benar, Ken : “aku diciptakan untuk hal yang besar”

Aku sangat ingin kembali kemasamu menggantikanmu, Ken.
Terakhir, sayangilah keluargamu : mama, bapak, adik-adik, teman-teman, dan orang-orang terdekatmu. Karena mereka rela melakukan apa saja demi kebaikanmu.

Salam hangat

Presiden Indopan


*semoga bahasa Indonesiaku masih benar. Karena, di sini kami tidak menggunakan
bahasa yang sama sepertimu, Ken. Bahasa Indonesia berevolusi. Akan sangat amburadul.

Komentar

  1. imajinatif,
    berfikir dengan alur mundur dan maju yang keren.

    surat dari masa depan. sama seperti apa yang ku tulis bersama sahabat-sahabatku dulu semasa sma.

    kubaca saat ini dan semuanya terasa seru.
    surat dariku, darinya, dan darimu. itu kataku dulu.

    menarik memang.
    tulisannya juga keren. walaupun ditulis dari masa depan. hehehe

    keep posting sister.
    n
    keep good content
    salam kenal dari blogger lombok timur.
    silahkan kunjungi blog saya di www.smantrarumahkita.blogspot.com

    BalasHapus
  2. :)
    terimakasih sudah berkunjung.

    saya juga dari lotim.
    ehehe

    semangat~!

    BalasHapus

Posting Komentar