Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2011

USAIKAN

Gambar
Aku tak bisa pahami resahku
Seolah selalu ada yang
Tertinggal dalam langkahku
Itu kamu
.
Kadang pikiran bodoh itu datang
Karena bisikan dari entah..
Katakan kau tak baik saja
Untuk menunggu
.
Usaikan penantianmu
Usaikan kesabaranmu
Usaikan pengorbanan untukku
.
Aku tak pantas, sungguh..
Aku ingin kau baik saja
.
Memang sakit..
Berat dan sulit.
Karena aku selalu merasa
Harus membayar budi
Dan aku tak bisa
: selalu
.
Aku salut padamu
Tulus dan rela berkorban
Aku bangga, bersyukur..
.
Tapi untuk apa?
Kau rawat mawar liar yang berduri?
Sedang kau bisa merawat melati
Yang lebih mewangi pun tak menyakiti
.
Aku takut kau menyesal..
.
Itu saja..
.

MASIH JAGA

Apa ini sudah benar?
Yang kulakukan..
Untuk jaga hati tak bernoda
Gores sesak perih meraba
.
Ku jaga, sungguh..
.
Memang butuhkan gelap
Sebagai pembeda terang
Butuhkan khilaf
Untuk jadi pemenang
.
Setelah segala rasa porakkanku
Mengguncang tenangku
Mengetuk diamku..
Aku harus masih selalu mengerti
.
Percaya.. apa pun ini adalah bagian sebuah rencana
Rencana besar terbaik sang Maha Bijaksana
Dimana pendewasaan diajarkan
Dimana ketulusan ku hirup perlahan
.
Walau kadang.. disini, takut
Pabila melangkah dulu aku buta
Hingga salah memilih kaki yang benar
Aku takut berjejak sia..
.
Lalu ia datang, yakinkan
Seolah yang ia lakukan dulu
Untuk saat-saat seperti ini
Seolah mengujiku..
Tentang lisan dan pesan yang sampai di hati
.
Entah.. walau kurasa gelap
Sepi sendiri dan.. –terkadang, ah– bodoh
Tapi aku masih bisa berdiri!
Sebuah tekad kesanggupan menopangku
.
Hingga malam mulai terlalu dingin
Ayat-ayat yang ku selalu baca seolah tak berujung
Terasa lama.. dan hilang
Ada yang mengamatiku, d…