MASIH JAGA

Apa ini sudah benar?
Yang kulakukan..
Untuk jaga hati tak bernoda
Gores sesak perih meraba
.
Ku jaga, sungguh..
.
Memang butuhkan gelap
Sebagai pembeda terang
Butuhkan khilaf
Untuk jadi pemenang
.
Setelah segala rasa porakkanku
Mengguncang tenangku
Mengetuk diamku..
Aku harus masih selalu mengerti
.
Percaya.. apa pun ini adalah bagian sebuah rencana
Rencana besar terbaik sang Maha Bijaksana
Dimana pendewasaan diajarkan
Dimana ketulusan ku hirup perlahan
.
Walau kadang.. disini, takut
Pabila melangkah dulu aku buta
Hingga salah memilih kaki yang benar
Aku takut berjejak sia..
.
Lalu ia datang, yakinkan
Seolah yang ia lakukan dulu
Untuk saat-saat seperti ini
Seolah mengujiku..
Tentang lisan dan pesan yang sampai di hati
.
Entah.. walau kurasa gelap
Sepi sendiri dan.. –terkadang, ah– bodoh
Tapi aku masih bisa berdiri!
Sebuah tekad kesanggupan menopangku
.
Hingga malam mulai terlalu dingin
Ayat-ayat yang ku selalu baca seolah tak berujung
Terasa lama.. dan hilang
Ada yang mengamatiku, dia yang dulu..
.
Ah, bodohnya aku tak bisa terima
Ini nyata! Dia bukan orang yang berbeda
Satu
.
Tipis benang pikir bisikanku
Tentang dia hanya menerima
Dan berusaha jalani yang ada
Lanjutkan.. tanpa kesan
.
Sedang telinga tak bisa saring cerita hina
Prasangka.. curiga..
Ah, kuatkan aku..
.
Dan dia datang lagi..
Dengan cara yang berbeda
Dengan gaya yang tak sama
Dia datang, dan menang!
.
Dia tak berubah, aku tahu..
Karena inilah dia, sebenar-benarnya dia
Bukan yang baru, aku tahu..
Dan memang seharusnya
Biarkan begini~
.
Perihal waktu, ia masih siapkan masa..
Dan selalu terkesan memburu
Namun masih selalu menunggu
Waktu yang tepat untuk keputusan
.

Komentar