Selamat Ulang Tanggal dan Bulan Rei



Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh
J


to the point ajja yak! tulisan ini aku dedikasikan untuk seorang sahabat yang tengah berulang tanggal dan bulan hari ini (14/01/2012). Dia adalah..


#Jeng! Jeng!

RIA DATULJANNAH

#prok prok prok prok (tepuk tangan penonton)

Hhmm.. awalnya, aku binggung plus ragu. Untuk memajang tulisan ini disini: blogku. Karena, apa yang akan kutulis ini, akan bersifat sedikit pribadi.. ah, maksudku, ini tidak untuk konsumsi publik..

eeerrr ==”

Tapi bagaimana pun itu. Aku terlanjur pernah mengetuk palu: di MASIH NYATA  (nama blogku), tidak ada yang boleh ku tutup-tutupi. Yang baca maka tahu, yang ga baca,  jangan harap mau aku certain langsung.
:p

Well, milad Rei (kerap ia disapa demikian) kali ini tak hanya mendapat hadiah dariku.. (sudah pasti!). eh, maksudku, ia tak hanya menerima hadiah dariku WALAUPUN benda itu sampai dari tanganku.


#bingung? haha
Seseorang telah menitipkannya padaku. Faktanya, dia bahkan merencanakan hal ini jauh-jauh hari sebelumnya. huhu.. bisa dikatakan tahun lalu! Padahal ia sendiri berulang tanggal dan bulan juga di penghujung tahun itu (31/12/2011). Tragisnya, menjelang hari H-nya sendiri, ia malah disibukkan dengan kiriman paket ini.

: Jaket

Yaa. Itu dia benda yang ku maksud. Warnanya putih. Ada corak hitam bergaris-garis, horizontal, dan tebal dibagian depannya. Modelnya unik, tidak seperti jaket kebanyakan. Kabarnya, seseorang yang memberikannya itu sampai harus ke pusat kota untuk mendapatkannya.

Dan, Rei tentu tahu bagaimana “rasanya”. Di kirimi paket olehnya –karena ia juga pernah, untukku. Pun harus memberikan pada seseorang yang kita sendiri belum tahu: akan menerima dengan senang hati atau malah sebaliknya, oh.. atas nama amanat!


Semua itu tersebab orang ini pernah “menyentuh” Rei, terlebih aku, bahkan menghantamnya menjadi keping-keping!

Huft.. dia pernah menjadi lembar usang di hidupku. Yang ternyata tak bisa kubiarkan mengusang sendirian begitu saja. Walau berkali-kali kucoba! Melupakan-melupakan-melupakan.. tapi tetap tak bisa!
#ampuni bodohku
T_T

Dia. Benar-benar masuk lagi di hidupku. Walau percayaku tak seperti dulu lagi padanya. Tapi, ketahuilah, Sahabat.. ini terasa berat. Ketika seseorang yang pernah kau sangat percaya, mendustai, lalu memohon kembali. kau tahu ini terlalu tiba-tiba kan? Jujur, waktu itu aku lebih dari sekedar terkejut. Aku benar-benar tak percaya! Inginku kuras air laut. Ingin kubunuh semua dokter. Ingin ku bom semua panti. Ingin ku santet semua Milanisti.. huh!!! Walau akhirnya, ratapan itu yang menguasaiku.. argh! bodohnya aku.

Kabar baiknya, ia tampak benar-benar menyesal. Aku bahkan berpikir ia terlalu di luar kontrol atas dirinya.


Dan dia berani lakukan itu semua. Untuk jujur! padahal.. pada beberapa pekan terakhir itu, kami sangat baik-baik saja.. sampai juga pikiranku: untuk apa?? ia jujur. dengan resiko kehilangan. Atas berdusta selama 9 bulan. Walau aku tak peduli, tapi.. itulah.. jejaknya tak mau menghilang.


mengapa dia tidak juga letih?!


Aku malu. Pada orang-orang di sekitarku. Kau, bibi, dan teman-teman.. kalian sangat mendukungku dalam kondisi apapun. Benar-benar menopangku ketika jatuh. Haha, maksudku: setengah terjatuh. Kalian tahu luka itu, jauh setelah aku, kan? Aku harus terbiasa tertawa—sakit — sebelumnya. Itu benar-benar tak enak, percayalah. Ketika tak satupun orang yang mengerti.. Aku tak pernah seperti itu sebelumnya: menangis setiap malam. Haha. Bakka yarro!

Mungkin benar aku pendendam. Maksudku, aku suka melampiaskan.. Lalalala.. Kau sendiri mungkin tak percaya —sama sepertiku. Aku dapat predikat A pada Certificate di Pare Camp. Saat itu memang hari-hari terberatku. Haha, mungkin aku terlihat tertawa.. tapi, aku benar-benar sedang “melampiaskan” saat itu.
=]

Dan dia tidak juga pergi. Berbulan-bulan, tetap masih. Aku bahkan lupa (mungkin karena aku memang pelupa, atau pemaaf? *plak),tentang  rasa sakit itu. Haha. Walau diingatkan kembali oleh tangis bibiku. Ya, ia meneleponku sambil menangis. Lalu kau akhirnya tahu kan?, hingga semuanya tahu.
:p
wow, bukan lupa rasa sakit lagi: aku terbiasa.

Singkatnya, dia di sini. Sekarang. Untuk kesempatan terakhirnya.

Aku merasa tak dekat dengan kesempurnaan walau memaafkannya. Aku selalu memaafkan kesalahan hatiku yang dendam setiap malam. Karena di waktu pagi, aku hanya ingin tenang.

Benar, sobat.. ini kesempatan terakhirnya. Kau harus baca satu tulisannya (nanti ku tunjukkan. Ah, atau datang saja ke sini, yang benar-benar memanggilku. Ah, aku tak rela.. ketika ia menduakan Tuhan. Padahal, aku menyukainya dulu karena abdiannya pada Tuhan. Maksudku, aku berpikir: telah menyesatkannya.

Mari kita bersyukur atas karunia ‘prinsip’ yang kita genggam teguh. Karena tak semua orang bisa seperti itu.

Rei, walau kau tak tahu penuh tentang dia —karena aku yang lemah bercerita. Tapi aku yakin, kau juga sakit karenanya. Dan ketahuilah, —bukan ingin membandingkan— aku juga sakit: lebih. Dan sekembalian kami seperti ini, hanya ingin kabarkan padamu, Rei.. maklumi saja. Aku telah memilih yang harus kulalui. Mungkin kau kecewa, dan memang itu yang selalu aku khawatirkan. Ketika seseorang yang selalu kau bela, malah bertindak sepertiku.

Bagaimana pun Kak Aqin yang sekarang, telah kembali pada posisinya. Dan tentu telah aku katakan padanya, untuk menjadi dirinya sendiri. Tanpa ada lagi yang ditutup-tutupi. Dan itu memang telah ia lakukan..


Bagaimana bisa aku menolak kekurangan? Toh, aku sangat kurang..
huft~

Well, selamat ulang tanggal dan bulan, Rei.. apa yang telah kau terima itu. Adalah hasil keringatnya. Juga kebingunganku bersama Niar.. haha, kau tahu? Kami rempong mencari hadiah ultah untukmu. Kau sih, cewe jadi-jadian..
#dilempar kulkas

Kami ke Strawberry, yaa Tuhan.. aku sempat berpikir: tidak salah alamat apa?! Isinya kok untuk cewek semua..
bruakakakak


Btw, cincin dari Niar itu, kita kembar tiga lho..
:D

Terima kasih aku sampaikan kepada Kirayama Febriant, sudah nemenin di tanggal 13 Januari kemarin. Kemana ajja! (isi bensin, jenguk hape, hingga tersesat mencari kosan Mira. GURBAK!)

Oh iya, Niar juga uda tahu. Kak Aqin mengabarkan Niar tanpa izinku. Huh! What the hell~
#sempat perang dingin dengannya


So..
O TANJOUBI OMEDETO, REI-CHAN!
Wish you all the best.. sukses terus. Makin maju. Panjang umur. Sehat selalu. Murah risky. Semua-semua yang bagus buat Rei deh^^

Dan, tetaplah menjadi sahabatku..



Wassalam




Rei & Ken



Komentar