Ketemu Sheila On 7


Assalaamualaikum warrahmatullahi wabarraakatuh

uhuy!

Ini berita BESAR!

WOW! WOW! WOW!
#sambil koprol

AKU KETEMU SHEILA ON 7, PEMIRSAH!

Cia cia cia cia cia cia cia cia cia
xD

Akhirnya...
Akhirnyaaa..
T_T
#terharu kronis

Ehem, oke. Pertama-tama, aku mau cerita dikit dulu. Tentang aku dan Sheila On 7.
:D

Kapan kali pertama aku mengenal Sheila On 7? lalu ngefans?

Sebenarnya, itu adalah pertanyaan yang paling sering aku dapatkan. Secara, Sheila On 7 (SO7) kan emang uda ada dari dulu. Dulu banget malah. Itu kenapa mereka disebut 'Sang Legenda'. Dan hebatnya—namanya juga Band Terpuji alias ngga kacangan, mereka tetap punya SG (Sheila Gank) yang setia sampai kapanpun. Biar musim berganti.. SO7 tetap di hati. Dan, salah satu dari mereka Itu aku. Halah.

Ceritanya gini. Waktu aku masih SD, kelas 3 apa 2 ya waktu itu.. bapakku dikasi komputer baru dari kantor. Sehingga komputer yang lama nganggur. Nah, komputer lama itu dibenah sana-sini oleh teman bapakku, karena akan diberikan padaku. Ya, bapakku bilang. Penting untuk belajar komputer. Aku dikasi komputer, dan harus belajar ngotakatik sana-sini sendiri. Jadilah aku ketagihan..

Maka di suatu pagi yang menakjubkan, aku menemukan sesuatu. Adalah folder yang berisi lagu-lagu. Itu semuanya lagu Sheila On 7. Aku dengarkan satu-satu. Kemudian mulai hapal. Lalu suka. Dan menyanyikannya dimana-mana. Hal itu berlanjut hingga SMP, SMA, bahkan kuliah. Aku mengikuti tiap album terbaru mereka yang kudonlot liar pun minta sana-sini pada sesama SG. Satu-satunya album original yang ku punya adalah yang 'Berlayar'. Wah, padahal pengen punya semuanyaaaa.,

Aku sering menyanyikan lagu-lagu SO7 saat les di waktu SD dulu, di Primagama bersama Icha, temanku. Entah Icha masih ingat atau tidak. Di zaman itu, kami menyanyikan lagu Seberapa Pantas, Pria Kesepian, Bapak-Bapak, Kita, dll. Sangat mengasyikkan.

Berlanjut hingga SMP, hape dan laptopku masih memutar lagu-lagu mereka. Menjadi seorang SG membuatku mengenal banyak orang-orang setia, mereka adalah orang-orang yang menurutku mengerti arti kepuitisan yang sebenar-benarnya. Mereka menurutku adalah orang-orang yang memiliki selera unik dan menarik, mereka penuh semangat, dan ceria. Karena sebenarnya, secara tidak langsung, lagu-lagu SO7 menyugestikan hal-hal positif itu pada para SG setianya. Meskipun lagu mereka bertema galau sekalipun. Pasti ada titik terangnya: yang membangkitkan. Yang menyadarkan bahwa kita semua memiliki harga diri yang patut dijunjung tinggi. Ya, walau bertema galau sekalipun, lirik mereka tetap puitis dan tidak kacangan. Benar-benar JLEB di hati.

Aku memiliki beberapa target. Yang kutuliskan pada selembar kertas. Itu terinspirasi dari sebuah video yang diperlihatkan oleh Niar sahabatku. Video itu berisi tentang seseorang yang bernama Danang, yang terus mewujudkan tiap mimpi yang dia tulis. Menjadikannya target nyata terlihat dalam hidupnya. Aku merinding menyaksikan video itu. Lalu aku lakukan hal yang sama. Menulis mimpi-mimpiku di selembar kertas.

Beberapa target terpenuhi. Hingga aku sampai menuntut ilmu di tanah Jawa ini, benar-benar target yang aku inginkan sedari dulu. Pun untuk bertemu langsung Sheila On 7. Yaa Tuhan, ini membuktikan, bahwa memang tidak pernah ada yang mustahil di dunia ini. Sekali pun ia terlihat mustahil. Aku, yang dulunya hanya bisa mendengar suara mereka melalui komputer, hape, Uca, radio, dan televisi di Lombok.. kini bisa langsung menyentuh Duta Moedjo. Wow! Aku semakin bersemangat saja mewujudkan mimpi-mimpiku yang lain! Benar. Tidak ada yang tidak mungkin, selama kita mau berkorban dan berusaha. Selagi ada kesempatan. Sesulit apapun, asalkan jalan terus! Jangan pernah berhenti berharap.

Mengenai penampilan SO7 ini, aku dapatkan kabarnya melalui seorang teman. Aku panggil dia Mbak Tami. Teman kosku di daerah Godean dulu. Dia tahu betul aku seorang Sheila Gank. Dia tahu betapa frustasinya aku ketika tak dapat menyaksikan mereka pada bulan Mei (kalau tidak salah) lalu di UMY, karena telat info. Aku ingat, saat itu aku jadi menghayal tak karuan di malam harinya, Ria adalah saksi hidup atas khayalanku.

“seandainya beneran ketemu SO7 ntar reaksi kamu gimana, Fin?” tanya Ria.
“hhmm.. mungkin aku bakal jual mahal. Pura-pura jaim.. hahaha. Ntar aku pura-pura lewat sambil menebarkan pesona kekerenanku di depan Erros, sampai akhirnya Erros nyamperin dan nanya, 'hey, nama kamu siapa?', aku bakal jawab, 'hhmm.. apa kita pernah ketemu? Aku Fifin. Kamu siapa ya?'. Ntar Errosnya jawab, 'kamu ngga tau aku?! Aku gitarisnya Sheila On 7 lhoo, namaku Erros Chandra', terus aku tanggepin dengan stay cool walau dalem hati udah koprol sanamari, 'owh, Erros.. salam kenal Erros.. eh, aku ada perlu bentar. Aku tinggal yaa.. bye', terussss Eross cegat sambil tarik lenganku, 'tunggu dulu! Eemm.. Bisa minta nope kamu? Yaa, ntar aku telpon deh', terus aku kasi deh kartu namaku. Tersenyum semanis madu campur gula aren dan berlalu. BRUAKAKAKAKAKAKAKAK” aku tertawa. Pecah. Gila. Bener-bener khayalan tingkat tinggi kuadrat. Ria uda geleng-geleng, sampe mau putus lehernya geleng-geleng terus.

Tiket untuk pertunjukan SO7 itu aku dapatkan melalui seorang sahabat, namanya Laila. Dia SG juga ternyata. Dia pesan di temannya yang juga temanku, bernama Nisa. Nisa pesan di Temannya yang belakangan jadi temanku juga yang namanya Ook. Oke, ini mulai membingungkan. Intinya, aku dapetin juga tuh tiket SO7.

Adalah sebuah festival musik anak Fakultas Ekonomi di UNY yang mengundang mereka. Sebagai tamu kehormatan untuk bernyanyi kurang lebih selama 2 jam. Acara itu berhasil menyedot SG dari berbagai kota seputaran Jawa. Wahh, rame! GOR UNY penuh. Karena aku dapat tiket yang paling murah, yaitu Rp 15.000, aku dan teman-teman kebagian di tengah. Jangan lihat murahnya, lihat dong antreannya.. haha Berusaha jadi paling depan. Berdiri. Dan itu sangat pegal.

Teman-teman?
Ya, ada Wawan, Haris, Saride, Fiqi, Mbaknya Fiqi, Laila, Teta, Nisa, dll dan kami berpencar. Laila dan Nisa berangkat belakangan, bareng Angga pacarnya Laila juga kabarnya. Aku berempat. Bareng Saride, Fiqi, dan Mbaknya Fiqi. Sebelumnya, sedikit terjadi keribetan mengenai tiket. Jadi, Laila dan Nisa di tanggal 21 itu masih Makrab Fotka. Hingga siang pukul 14.00 mereka belum kembali. Tiketnya kan sama merekaaa.. huuaaa~

Sedikit mengusik mereka, aku rewel. Haduh, maafkan aku. Aku tahu kalian pasti sangat kecapean. Tapi, Fiqi, Wawan dkk juga terus nge-esemes aku, menanyain tiket. Jadi, Wawan dkk ini memesan tiket di aku. Padahal aku mesannya di Laila yang mesan di Nisa dan Nisa mesan di Ook. Ga enak banget rasanya, aku telponlah si Laila, ngomong ama Nisa. Dan katanya bakal fine-fine ajja, sampe sore ntar. Musti nuker tiket dulu dianya. Ntar kita ambil di Nisa ataupun Laila. Beres!

Tapi kemudian, Laila bilang kecapean usai makrab yang manjat gunung. Jadi, datengnya usai magrib saja. Wadoh. Aku esemes Saride, dia bilang ngga mau ngerepotin orang buat nganter ke GOR, pake Trans Jogja ajja, niatnya. Tapi itu bakal telat ntar, pikirku. Sedang setahuku, Rina (teman Fospast) juga bakal datang. Di sekitar situ juga dekat dengan kosan Olid (teman Fospast juga). Aku pengen ngumpul sama mereka. Saride harus datang! Aku tahu bener ini anak, cepet banget pasrahnya. Mana tiket SO7 uda aku pesenin juga. Kalo ngga sama Laila, aku ngga tahu jalan menuju GOR. Nah. Ntar aku nontonnya gimana?! Huuaa.. Sedang Fiqi lagi ngejemput Mbaknya, pas aku esemes, dia lagi ngadem di Mall Ramai katanya. Itu di lingkungan Malioboro. Aku minta alamat lengkap kos Saride, aku tanya Fiqi dia hafal lingkungan Jogja atau ngga, dan dia bilang hafal. Pas aku kirimin alamat Saride, dia tahu. Maka aku putuskan untuk nyamperin Fiqi ke Malioboro untuk kami bersama-sama ngejemput Saride.

Aku itu sebenarnya punya feeling yang bagus. Beneran. Sejauh ini aku ngga pernah tersesat sampe ngga nyampe tujuan. Paling tersesatnya ngga sampe hilang jadi gelandangan. Ngga sampe seharian. Aku nebak-nebak ajja. Ntar tahu sendiri. Walau emang sering banget kesesatnya. Haha. Nah, temen-teman kadang nanya alamat suatu tempat ke aku, kadang nanya ini di manalah, itu di manalah. Dia bilang aku pernah kesana. Hueee, mungkin iya aku pernah ke sana. Secara, aku emang suka tersesat ke manamana. Tapi aku suka ngga inget itu namanya jalan apa, nama daerahnya apa. Kalo disebutin di sana ada apa yang terkenal gitu, baru deh aku ngeh, 'itu lhoo dekat sakola', 'itu lhoo dekat poltekkes', 'itu lhoo dekat Kantor bla bla' nah, gitu baru nyambung. Aku tahu. Kalo ntar nanyanya kayak, 'lingkungan wiro brajan dari sini ke mana, Fin?' pasti aku bingung. Padahal, itukan lingkungan dekat Sakola. Sakolanya baru aku tahu. Huhu

Jadi, untuk ke Malioboro pun aku kesesat lagi. Bruakakakak. Padahal sering banget aku ke sana. Malam Ahad kemarin ajja ke sana, ada CA (Communication Awards) soalnya, itu acara punya KOMAKOM (Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi) UMY, ada pertunjukan seni Presean dan drama Putri Mandalika juga. Aku pergi bareng Fiqi. Makanya, waktu aku bilang ke Fiqi lupa jalan ke GOR dia bilang, “ihh bodohh bla bla bla bla bla”. Jahat banget kan? Ga pernah liat galon bareng dispenser terbang kali dia ituh.
 
Aku nyampe di Mall Ramayana. Oh iya, tadi kan Fiqi bilangnya di Mall Ramai, itu beda. Gurbak. Hadoh, mana Fiqi?? Tapi untung itu ngga terlalu jauh dari tempatku. Ketemu deh. Dan kami bersiap menjemput Saride. Setengah jam lagi festival dimulai. Aku sempat dikasi nomornya Ook sama Nisa. Ook bakal aku temuin langsung di GOR ntar. Wawan dkk uda ku suruh berangkat ke GOR juga. Di tiap lampu merah, aku esemes Saride, siapa tahu dia lupa minjem helm. Pun ternyata, alamatnya ngga jelas. Hadoh, Fiqi bilang, kita bakal muter kalo jemput Saride, ngelewatin GOR UNY pun. Huuaa.. waktu. Ini, waktu! Maaf yaa, Fiqi.. ayoo, kita temukan Saride. Haha

Fiqi nanya, itu dimananya Angga Jaya? Aku tanya Saride, dia malah ngga tau Angga Jaya di mana. Pokoknya, kita musti temuin JIH (Jogja International Hospital) terlebih dahulu katanya. Maka, kami terus meluncur. Ku percayakan pada Fiqi. Entah sudah berapa kali kami belok sana-sini, aku ngga bakal hapal deh itu jalur kalo di suruh balik sendiri. Hingga akhirnya, Fiqi nanya di Mbak-mbak stopan lampu merah mengenai lokasi JIH. Wah uda dekat, tinggal belok kanan. Dan kami pun sampai JIH istirahat sebentar. Pegel!

si Fiqi depan JIH
 Ku telepon Saride, katanya jalan dikit lagi sampe ketemu warung hijau. Dia nunggu di sana. Uda gitu, Fiqi minta ditraktir air, yodah, ntar ajja minumnya.
*eh

ketemu deh sama Saride!
Hadoohh, uda jam 4 sore!
T_T

“Saride keh yang jadi depan?” tawarku. Kupikir, itu aneh kalo cewek yang jadi depan.
“Ken dah, ndak saia tau jalan, tau kan saia ituuu” katanya. Yaa, okelah. Padahal, kita kan sama-sama ngga tahu jalan.

Singkat cerita, sampailah kami di GOR UNY. Aku memang pembalap ulung. Rupanya Saride belum tahu kebiasaanku yang suka ngerem cakram mendadak. Kalau Intan, pacar Saride, pasti udah hapal banget. Haha. Pun Niar, dan Ria. Mereka-mereka yang sering jalan bareng Vavaririyoyo pasti uda siap siaga. Nah, Saride? Aku baru kali pertama diboncengi dia.

Terbanglah, Saride..

bruakakakakak
xD

Satu hal yang Saride tidak tahu, ketika Fiqi bertanya, “itu beneran temen kamu, Fin? Dia anak kuliahan juga?”. Aku langsung mengerti maksudnya. Karena, kalo Fiqi ketemu Intan pun misalnya—yang sebangsa perawakan kayak Saride, pasti menanyakan hal itu juga.
“yaa iya lah! Kenapa? Haha, jangan salah lho.. ga bole nilai orang dari luarnya, gitu juga otaknya encer. Kamu tanya apa juga sama dia, dia pasti tahu” ungkapku. Fiqi ngangguk-ngangguk.
“iya kah? Ntar aku nanya-nanya sama dia juga deh..” sambung Fiqi.
“Silakan dicoba, haha” balasku.

Buat Saride, elo musti bayar royalti ke gue. Karena tanpa sepengetahuan elo, gue uda ngebelain elo lho..
wakakakak


tiket, cara makenya di jadiin gelang xD
kayak gini :D
 Sempat berteleponan ria sama si Ook (huuaaa.. beda operator T_T ), yang aku ngga ketemuin terus ciri-cirinya, seperti yang dia bilang: baju putih dan celana hijam. Malah dia duluan yang nemuin aku, “aku pake jilbab warna hijau, mas.. liat aku ngga??”

Kami sempat ke Indomaret, beli baterai. Fiqi lupa ngecharge kamera. Wah, fatal banget di sikon beginian! Pun sesuai janjiku, air minerat juga. Dia ambil yang botol besar. Yang merk indomaret lebih murah ternyata. Aku khawatir dia ntar ga bisa bawa itu air, karena setahuku, kalo masuk ntar ngga bole bawa botol.

Dan itu benar.

Botolnya nyangkut di pintu masuk.
Huahahahaha
xD

Lama sekali menunggu SO7 manggung. Dari jam 4 sore menunggu, mereka manggung jam 10 malem. BAYANGKAN!

Aku sudah mengorbankan seperempat hariku untuk menunggu. Kosanku tutup jam 9 malam. Itu artinya, malam ini aku harus menginap di kosan teman.

Band-band yang masih dalam proses 'berkembang' mengisi di awal. Aku ngga tahu lagu-lagu mereka. Tapi beberapa penonton juga ada yang hafal lagu mereka. Haha. Ada yang nari-nari, ngelawak (duo host gokil), dan sambutan-sambutan. Aku nyaris putus asa. Ingin rasanya maju, naik ke panggung, dan maksa mereka naikin SO7 sekarang juga!

Beberapa teman sesama SG mengesemesku. Bertanya tentang kehadiranku. Salah satunya senpai Oci. Dia juga datang. Tapi duduk tak cukup dekat dengan panggung. Di tribun atas sebelah kanan. Dia enak, ngga panasan seperti kami. Ada kipas angin soalnya. Huee.

Hingga esemes Laila datang, bilang Duta uda dateng. Deket banget sama tempat duduk mereka. Hanya berbatas kan pagar besi. Jadi, panggung itu dikelilingi pagar besi.. Duta lagi ngobrol-ngobrol ama Crew, pake baju warna merah. Arrggh!! curang! Aku merasa tempatku benar-benar tidak strategis. Lalu, Laila bilang mau pulang. Uda cukup puas liat Duta katanya. Masih capek usai makrab juga. Itu uda jam 9 malam lebih. Sedangkan aku? Aku akan terus nunggu. Sampai mereka naik di atas panggung! Huaaa! Bodo amat lah yaa. Ini uda di depan mata. Laila pulang artinya aku bakal ngga tau jalan pulang lagi. Fiqi bakal pergi bareng Mbaknya, ngga langsung pulang katanya. Saride? Katanya mau minta dianter Olid, eh, Rina ngga jadi dateng ternyata. Huua.

Aku kenalan sama Mbak-mbak yang berdiri disebelahku. Namanya Nurul. Mau pulang ke Bantul. Aku nanya rute dari sini ke UMY, dia jelasin panjang lebar. Dia bilang ntar buntutin dia ajja pas pulang. Dia mau nunjukin jalan. Huhu, itulah Sheila Gank. Saling membantu dalam kesulitan.. *eh

Sedang Saride mulai bergumam, “mulai dah Ken ini.. sok kenal sama orang”
wah, dia tidak lupa kebiasaanku yang satu itu rupanya. Yaa, akupun sampe tukeran nope juga siy soalnya. Namanya Nurul. Fiqi dan Mbaknya pun memberikanku penjelasan tentang rute ke UMY, aku menulisnya di hape. Dan itu cukup membantu. Wawan pun aku pinta untuk menunjukkan arah. Dia bilang, 'oke'. Sedang Senpai Oci yang uda lama di Jogja pun ngga hapal rute ke UMY katanya, gurbak. Walau akhirnya, aku pulang sendiri lho.. ntar deh, simak ceritanya :p

#sok misteri.. wkwk

Hingga akhirnya. Sheila On 7 naik ke atas panggung.
Spontan seisi GOR UNY histeris. Rameeeee!!!





ini apa? :p #senggol Saride :p

ketemu Sheila Gank :D

aku beli ini :D Rp 100.000

pamer baju :p

Aku lupa dengan khayalanku dulu, 'sok ngga kenal, jaim, jual mahal' kalo ketemu SO7.

Bruakakakakak
xD

Aaku menggila malam itu. Pun semua orang dalam GOR. KAMI GILAA! Kena hipnotis Sheila On 7. Fiqi yang seorang fanatic Agnes Monica pun ikut terhipnotis. Nyayi, teriak, lompat-lompat.

Dibuka dengan 'Radio'
“Tuhann.. aku terpisah, dari dirinyaa.. sekian laaamaaa”

sampe habislah suaraku. Nyanyi semua lagu yang mereka bawa malam itu. Aku dan Saride sempat menebak lagu apa saja yang akan mereka bawakan. Beberapa tebakan kami benar. Dan malam itu benar-benar luar biasa. My dreams come true.. WOW
Aku merekam dari awal sampai akhir. Jadi kenangan ceritanya. Video berharga gitu. Batre kamera Fiqi habis lagi, huaaa. Fotonya ngga banyak deh. Sesekali ruangan menjadi gelap. Wow. It's okay lah :D

Gambar yang kudapatkan ngga maksimal. Selain pake hape walau barisan paling depan, tetap ajja pencahayaan ngga mendukung. Apalagi kita heboh-heboh gitu nggambil gambarnya.

Tumben banget dah, aku sedekat itu sama Sheila On 7..
T_T
#terharu

Inprovnya keren abis! Aku suka yang Pemuja Rahasia! Wooww! Kerenn!!
na nana nana nana
na nana nana nana
na nana nana nana
na nana nana nana

terusss, yang paling bikin aku mau roboh kalo nginget itu sampe sekarang, adalah ketika mereka membawakan 'Seberapa Pantas'. Di lagu itu, ketika perhatian berpusat pada Duta, ngga ada yang sadar (mungkin) kalau Erros ngeganti gitar. Tapi aku lihat. Merhatiin terus. Wkwk, mungkin Mas Erros ngerasa, jadi dia bentangkan pandangannya ke depan. Tatapan kami bertemu.. (ciiaa) spontan aku acungi jempol sambil senyum ke dia. Dia balas ngacungin jempol dan senyum ke aku. Dan lanjut maen gitar.

HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!
>_<
GILAAAAAAAA!
T_T

Otakku mendidih rasanya!
Itu Erros! Itu Erros Chandra yang nulis lirik-lirik puitis di lagu-lau SO7! Itu gitaris hebat itu!!
T_T
Aku speachless. Rasanya terbang ke surga. Mata indah Erros itu.. pernah ada bayanganku di dalamnya.

Teruuuus, di lagu yang 'Melompat Lebih Tinggi', Duta maju ke penonton bagian depan. Tepat di depanku, pemirsah!
>_<

Betapa beruntungnya aku. Di sini emang yang paling strategis. Banyak yang ngiri sama posisiku.
Bruakakakakak
xD

Dan secara tak terduga, Duta naik di pagar besi. BAYANGKAN! Tepat di depanku!
T_T

Beberapa penjaga memegangi kaki Duta, agar dia tetap bisa bernyanyi sambil berdiri tegap di sana. Duta itu tinggi dan slim banget. Kulitnya putih, basah, dan hangat. Aku pegang tangannya soalnya.. huuaa
T_T

Yang tak terduga selanjutnya adalah, Duta membiarkan tubuhnya jatuh ke kerumunan kami. Pasrah begitu saja. Aku sempat menjadi agak menjongkok. Ketindih. Huuuaaa
T_T
aku pegangin ajja itu Pak Moedjo. Sampai akhirnya dia kembali ke atas panggung. Saride histeris.
“huaaa.. pertama ketemu artis langsung Duta Sheila On 7! aku salaman juga! Aku pegang Duta!” serunya. Aku ga pernah liat Saride sehisteris itu sebelumnya. Fiqi ga kalah heboh.
“huaaa, Fifin!! aku pegang Duta! Aku pegang tangannya! Aku pegang kepalanya! Aku pengang ituuu lho, Fiin! Ituuuu!” dia histeris ngga karuan.
“pegang apa, Fiqi?!” tiba-tiba aku esmosi.
“itunyaaaa” tambahnya.
“APAANYAAAA?!!!” aku kok jadi geram?
“kakinyaa.. yaa itulah” katanya.

GURBAK
T_T

Aku berharap mendapat pick gitar yang dilempar Erros malam itu, aku yakin bisa langsung ngejreng macam Erros kalo dapetin itu. Tapi aku ngga dapet.
T_T

Pengen foto bareng dan dapat tanda tangan sebenarnya, tapi ngga bisa juga. Padahal aku uda bawa album original yang 'Berlayar' pun spidol dan binder dalam tasku. Saride juga uda kupinta bawa spidol yang besar. Dia tanya, “untuk apa spidol besar, Ken?” haduh. Untuk bersiin kuku kayaknya.

Dan, malam itu beneran KEREN BANGET!

Ternyata Laila belum pulang, dia bilang nunggu aku di bundaran UGM. Aku pernah ke bundaran UGM. Jadi aku bilang, 'oke, wait me'

Kupersilakan Wawan dan Nurul untuk pulang duluan. Aku sudah mengesemes Ria, mengenai bermalam di kosnya. Itu di sekitaran Aisyiyah. Aku pernah ke sana. Baru-baru ini pun. Ingatanku masih cukup segar untuk tidak tersesat ke sana.

Saride pulang pakai becak. Dia bayar Rp 20.000 katanya. Haha. Pengorbanan juga itu. Aku bahkan beli kaos Sheila On 7. yang original lhoo.. asli cuy! Mahal pun! Rp 100.000 harganya. Wah, alamat puasa aku.

Dan, lagi-lagi aku tersesat, “kok bundaran UGM ngga ketemu-ketemu yaa?”
==”

Ku telepon Laila, ga nyambung. Ku telepon Angga—pacar Laila, ku pikir mereka lagi bareng. Tapi ngga nyambung juga. Esemes Laila datang, dia uda capek nunggu. Haduh, aku ngga enak. Dia kan baru selese makrab juga. Jadi, kusuruh pulang duluan ajja. Aku kasitau kalo aku lagi tersesat. Di perempatan pertama lupa belok kiri. Malah di perempatan kedua aku belok kirinya. Aku asli ngga enak banget ama Laila. Haduh

Untung ketemu Gramedia. Wah, aku pernah ke sini. Pikirku. Aku ikutin feeling. Ketemu Godean. Itu daerah tempat aku ngekos pertama kali di Jogja. Jauh banget dari UMY. Yaa, lumayanlah. Setidaknya aku dapat pulang. Dan sampai dengan selamat.

Aku ke kosan Ria. Ga enak juga sebenarnya. Sempat nyesel ke sana. Ibu kos dan pak kosnya ngga welcome. Maklum, muslim yang 'dalem' banget. Pakai cadar.

Keesokan harinya, aku putuskan bertemu si Ibu kos. Ngomong langsung. Minta maaf, dan berterimakasih tentunya. Salim.. ternyata tak seburuk yang kupikir. Ehehe, atau pengaruh kekerenanku ya?
#lho

Itulaahhh~~
kisahku tentang Sheila On 7..
:D

Sampai Kapanpun nanti, kalian tetap yang termuach di hati <3
:)

Terimakasih bijaksana telah menunjukkan padaku, bahwa segala hal mungkin untuk aku wujudkan. Setelah ini, aku akan wujudkan target-target selanjutnya.

Mimpiku harus terwujud semua!
GO TO JAPAN!
>_<

wassalam


Komentar

  1. wekekekekekekkekk..
    bener-bener tumben nyanyi dari awaL ampe akhir..
    suweeerrrrrr... (_ _!)

    BalasHapus
  2. Ήм̣̣̥̇̊мм̣̣̥̇̊Ήм̣̣̥̇̊мм̣̣̥̇̊”... Masih ada tulisan yang sedikit salahhh .. Seharusnya Duta , bukan uta sama guta .. :p *balas dendam, intinya sama sperti kmen kmu ϑΐ blog ku hehhehe :D*
    ..
    Terusss untuk yang ada akunya tu,, kayaknya terlalu dramatis dehh,, ga histeris gitu aku ( '̀⌣'́)9 ...... Cuma cetar membahana heheee :D (y) \(ˆ ▾ ˆ)/ tapi seluruhnya kerennn (Y)

    BalasHapus
  3. huahaha :D

    bales dendam ceritanyee :p
    besok2 usai UTS aku mau beres2in ini blog, kmren itu pun ngepost di warnet. ngga total rasanya :p

    huahahaha, malah lebiy parah cetar MEMBAHANAA :3

    sipp, arigato :D

    BalasHapus
  4. ikut ngeberesinnn,,,,,, kenapa ga besok aja ,,,,,,,,,, nanti punya ku beresin juga yaxxx...... :D ...
    ~fifin baikkk dehhhh~

    BalasHapus
  5. HAHAHA :3

    modemku ngga unlimeted, Fiq..
    berani buka blog, fb, n twit klo tugas uda kelar ajjah.. :3

    jadi, yaa.. gitu deh..

    lalalalalala

    #kamu bilang baeknya pake modus =="

    BalasHapus
  6. pake modemku ,,,,, nanti punya ku tambahin widgeed yaakkkk..... biar blogku sekeren yang punya ,, heheheh :D
    *kedip-kedip mata* fifinnnnn .... :D

    BalasHapus
  7. kaos biru itu beli dimana yah? aku lagi nyari yang seperti itu

    BalasHapus

Posting Komentar