STNK ku Kembali :D

Assalaamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
:D

Ehem, aku cuman mau ngabarin, kalau aku..

UDAH SELESE SIDANG

#prok prok prok
ae ae ae ae ae

My lupply STNK come back!

demi 'lembaran' ini!!
Cia cia cia cia

Jadi, sebelumnya aku uda ditilang, baca kisahnya di sini.
Nah, beberapa jam yang lalu, aku udah selesai sidangnya :D

Kerennya, ternyata banyak yang ingat kalau aku sidang hari ini. Ngetwitlah, esemeslah, nanyain sidangnya.. ish, mustinya kan nanyain aku yak? ._.

#abaikan

Untuk hari ini, aku dan Laila ada jadwal pagi barengan jam 07.00. Persis seperti di hari kami ditilang. Bedanya, untuk jadwal jam 07.00 Pendidikan Pancasila kali ini, kami nitip absen. Ssstt..

Maka kami ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada Titin alias Annisa juga Mamel alias Melani yang telah membuat Ken alias Fifin juga Laila alias... apa ya? Yang intinya telah membuat kami 'seolah-olah' hadir di kampus hari ini. Oke, ini adegan yang tidak patut ditiru, kecuali dalam keadaan kepepet :p

Dan, jadilah jam 07.00 lebih beberapa menit, kami menuju TKP. Agak ngaret, soalnya sesuatu terjadi pada perutku (halah). Tapi beneran dehdeh, aku mulai curiga sejak nasi di magicom selalu menguning kering bersisa, padahal aku masaknya emang secangkir senantiasa. Apa aku lupa makan? Ga mungkin! Kemaren paketku dateng juga lho niy:

Isinya terasi, garam, cabe, tomat, nagka, cumi kering, teri kecil kering, energen, kue lapis, dan rarit. Ongkos kirim Rp 158.000, yang bikin bapakku ngedumel ragara ternyata ongkir lebih mahal daripada isinya, sedang jika dia mendiskusikan hal itu pada mamaku, pasti langsung kalah telak.

Apa ragara Sheila On 7 on air di I-radio Jogja semalem? Yang bikin aku kayak orang gila keren girang-girang sendiri tersebab metion aku diretwit dan dibacain sebanyak 3x di sana. Yaa mungkin ga ada yang merhatiin, tapi aku denger lhoo.. Bandung? Makasar? Jakarta? Lombok? Surabaya? Denger ga? Wkwk, itu kan bisa didenger dimana-mana jugak siy.. wkwkwkwk

Betapa bahagia itu sederhana :D

IradioJogja

SheilaGank Lombok

nongkrongin iniii niii :D

menang kuis sebelum so7 on air

aku di retwit sanasini ;p

retwiiittt xD

Walau Fiqi sempat datang ke kosan di tengah-tengah siaran karena 'sesuatuk' (belum bisa aku ceritain-rahasia), tapi tetap dong yaa, kita pantau I-radio Jogja. Sampe kitanya capek mikir pun mau buat twit semenarik apaa gituu biar diretwit. Barulah aku sadar, betapa lebaynya si Fiqi itu.. wkwkwk

#ditebas Fiqi. Ampuni aku Fiqi~

DAN, sebenarnya aku dan Laila ga tau tujuan kami di mana :D
#kembali ke jalan yang benar

Kami memutuskan untuk nyamperin pak hijau yang telah 'melakukannya' kemarin itu. Aku diam di motor, Laila yang nyamperin. Lalu dia kembali dan berkata, “di Pengadilan Negeri, jalan Bantul”

Oke. Setidaknya kita udah tau nama tempatnya. Walau sempat suka lupa di tengah jalan, jadi musti memeras otak buat inget-inget kata 'pengadilan negeri di jalan bantul' lagi dan lagi. Hingga akhirnya aku mungkin akan ingat terus-terusan.

Perjalanan kami kurang banyak lebihnya selama 30 menit. Buset, jauh amat. Sempat nanya-nanya ke beberapa pak hijau lainnya.

“permisi pak, numpang nanya, pengadilan negeri dari sini berapa km ya?”
“owh, kamu udah kena tilang ya?” JLEB! #GONDOK!
“iya, Pak, mau ambil STNK..”
“dari sini lurus ajja, sampe ketemu kantor polisi di sebelah kiri jalan, ntar ada perempatan belok kanan. Pengadilannya ada di sebelah kiri jalan, mbak” terang pak hijau panjang kali lebar kali tinggi samadengan volume balok. Kami manggut-manggut. Pak hijaunya ramah, pasti baru selese gajian.

Sesampai di sana. Ada banyak manusia. Wah, korban tilang semua mereka ini..

karcis parkir
Masuk ke gedung, aku diminta nyerahin lembaran tanda ditilang kemarin. Disuruh nunggu. Sidang mulai jam 08.30. Sedangkan kami lapar. Rasanya tak sanggup menunggu setengah jam lagi, kami sangat mencintai usus kami. Maka, kami putuskan untuk keluar mencari warung.

Ketemu! Tepat di depan kantor. Kami makan sangat lahap. Dan Laila yang bayar. Ehem, makasiy, mbak e..  :D
#kemudian ditagih Laila *eh

Perut kenyang, kami kembali ke kantor. Buset, ramenya ngga bilangbilang! Bangetbanget dehdeh.. dari anak balita sampe kakek-kakek ada di sana. Ruang tunggu penuh. Heran.

anak sekecil itu...............DITILANG??? o.O
“ntar kira-kira bakal ditanyain apa ya?” Laila membuka perbincangan.
“ga tauuu, mungkin, 'apa kesalahanmu?', ntar jawabnya, 'ga pake helm, pak', ntar ditanya lagi, 'kenapa ga pake helm?!' nah, aku jawab apa?” aku bingung.
“bilang ajja, 'ketemu sama teman di tengah jalan, pak. Dia ga bawa helm kemana-mana' oke?” sahut Laila.
“ah, bohong dongg.. ntar kalo dia nanya lagi, 'emang kosanmu dimana?' aku jawab apa??” aku bingung lagi.
“yaa bilang di depan kampus. Masuk gang-gang-gang gitu.. ish, si bapak mau ngapel apa?? nanya kok sampe alamat kos!” sergah Laila.

Kami ngakak.

Bruakakakak
xD

Hingga sidang dimulai, ternyata ruangan berjejal penuh. Untung kami dapat tempat duduk. Eh, aku malah foto-foto.. 'kan buat blog :p

ga jelas :p

fokus: pentul di ubun2 Laila :p

Sidang itu dibuka oleh seorang entah apa sebutannya,

“kepada para pelanggar, dimohon untuk bersiap. Kami akan panggil 3 orang sekaligus untuk maju. Lalu silakan membayar di belakang. Handphone harap disilent

Kami menurut. Fiuh, untung ga dilarang foto-foto..
#Eh

Dan namaku dipanggil, aku maju.
#deg deg deg

Pak hakim melihat lembaranku yang di baliknya telah tersteples STNK atas nama bapakku.

“kamu sempat melawan ya?, mbak?” ujarnya.
“melawan? Ngga kok, pak! Ga pernah” jawabku.
“ini ada tandanya kamu ngelawan, sempat melarikan diri mungkin?”tanyanya lagi. Buset. Boro-boro dah aku mau kabur waktu itu. Huh
“ngga, Pak.. beneran.. Saia langsung menepi..” aku menjawab dengan intonasi diperlambat dan terdengar sangat memelas. Ini jurus rahasia.
“owh, yawda. 30 ribu ajja kalo gitu..” putus pak hakim. Aku kaget. Wahhhh.. murah bener! Ga seperti mimpi buruk aku dan Laila! Kami sampai ga berani belanja sebelum sidang ini lho!

Kemudian aku ke belakang panggung. Tandatangan. Ke belakang lagi, baru deh bayar. Laila nyamperin.

“berapa, Fin??”
“3o ribu, La!” seruku.
“beneran?? huuaa, sini. Biar aku yang bayar kalo gitu”
“ga! Kita kan uda sepakat bagi dua! Jadi, sama-sama 15 ribu laa..” aku sumringah. Horeee! Jadi beli tipiii!! ciaaaaaaa~

Sempat ngikik ragara uang Laila 50 ribu, aku kasi dia 15 ribu, nah uang 50 ribu pake bayar. Kembali 20 ribu. Kok aku malah dibagi 10 ribu lagi sama dia?

Wakakak
:D

Di antara para terdakwa. Wajah kami yang paling cerah. Yang lain pada lesu karena kehilangan uang 30 ribu, bahkan lebih. Jadi, kalau melanggar satu peraturan, bayarnya 30 ribu. Kalo datangnya diwakili, nambah 5 ribu. Gitu.. ada yang sampe ngelanggar 3 peraturan, 4 peraturan.. ckck

“la, kamu bawa berapa duit siy?” tanyaku menjelang pulang.
“600 ribu, Fin.. huahahaha” jawabnya.
“HUAPAAH?? buseet.. banyak amat! Aku ajja yang STNKnya ditahan cuman bawa 100 ribu! Huahahaha.. bener-bener horor!” aku ngakak sepanjang jalan. Kita.

Lihatlah, seorang Laila yang terkenal 'santai' pun bisa 'panik' begitu ragara 'sidang' ini.. dia bawa duit yang bisa beli 2 buah tipi.. hohoho

Jadwal kuliah selanjutnya, aku jam 12.00. Laila uda ngacir ke kampus daritadi kena jadwal jam 09.00. Hebat deh, dia uda kena absen sebelum datang.. wkwk

Well, itu ceritaku hari ini :D

Dan mungkin akan ku jadikan bahan untuk tugas Public Speaking minggu depan mengenai pengalaman yang tak terlupakan. Wkwk

Wish me luck, yak!
Dan terimakasih telah berkunjung :)


wassalam


Komentar