Dear..


Tuhan, aku ingin bercerita..
boleh?

Ah, mungkin akan ada beberapa pertanyaan dan pernyataan yang ingin kuikutsertai..
boleh?

Aku tahu—dan semua orang pun tahu, Kau tempat tertepat untuk segalanya.
Ya, segalanya.




Tuhan, apa aku jahat?





Aku merasa telah menyakiti hati banyak orang.
Aku merasa telah mengacaukan hidup banyak orang.

Aku..


Tuhan, aku tidak ingin menjadi orang jahat..



Terimakasih atas segala petunjukMu.
Kesempatan untukku atasMu.
SentuhMu.




Aku memang tak pernah benar-benar sadar. Aku heran dengan diriku, Tuhan.
Tolong aku..




Tuhan, mengapa wanita suka berpura-pura?




Mengapa mereka cepat sekali dalam bertindak, lalu berhenti mendadak? Mengapa mereka berkata baik-baik saja, padahal menangis? Mengapa mereka selalu merasa kuat sendirian, padahal sangat berharap diperhatikan?



Mengapa?


Aku. Dalam hidupku.
Terkadang.

Merasa sangat beruntung.

Apa-apa yang tersedia untuk dan akan datang padaku, aku terima. Tak jarang, memaksanya untuk kunikmati. Aku, selalu berusaha berbaur, walau padat. Berusaha menyesuaikan, walau jauh berbeda. Berusaha akrab, walau sungguh asing. Aku sering dalam posisi 'menyukai'. Ya, kata 'suka' dengan imbuhan 'me' di depannya.

Aku beruntung karena selalu bisa 'mencoba' untuk baik-baik saja.


Tapi,
Maaf, Tuhan..

Apa aku salah?
Aku kadang merasa sangat salah..




Aku takut. Ketika aku yang sebenar-benarnya malah tidak terlihat. Dalam artian, aku menyembunyikan aku yang benar-benar aku.



Aku takut ketika tidak ada lagi yang bisa mengenaliku.
Tidak ada yang mengerti aku.






Baiklah..
aku tahu, aku cukup atasMu saja.
Kau selalu ada, kan?





Namun setidaknya, Tuhan..
Bantu aku temui jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku..





Terakhir,

Tuhan, bagaimana cara terbebas dari genangan?







Komentar