Nadamu


Itu nada apa, Tuan?
Kali pertama aku mendengarnya darimu
Apa memang harus menyayat sedemikian?
Kaumembuatku gila!

Do, nada dasar yang berhasil aku lalui
Kemudian Re menemukan kita
Mi, membuatku merasakan sesuatu
Yang tak pernah kusangka, Fa begitu lihai mencabik
Sol mendendangkan janji-janjimu
La berhasil meremasku, aku terperangkap
Si, menerbangkanku tinggi
Do datang lagi, membawaku lebih tinggi lalu menghempasnya

Ada alunan yang berbeda
Ia indah walau gelap
Tak sumbang juga stabil
Tapi ia tajam, meresap
Perlahan mengoyakkan
Mencabut paksa tiap panah
Mencibir, menghina, merendahkan
: membuka mataku atas kejammu

Apa kauselalu begitu, Tuan?
Memainkan nada dalam hidup seseorang
Mengajaknya bernyanyi bersama
Menari dalam tawa
Memberikan harapan hampa
Menjerat dengan akar kenang
Kemudian berlari sembari mengumpat

Piawai benar kau, Tuan
Memainkan tiap nada
Menjadikannya indah memikat
Benar-benar mengikat
Benar-benar mengikat
Benar-benar mengikat

Aku tahu tak seharusnya
Mendengar lagumu ketika terluka
Ikut bernyanyi, ikut menari

Meski sementara lukaku terbalut sempurna
Lagumu menentramkan
Walau beberapa setelahnya membuatku geram
Kau robek ia, Tuan
Memaksa perbannya terbuka
Kau patahkan!

Aku tahu kau bernyanyi dan menari tak hanya denganku
Kau bebas
Ya, kau bebas menyakiti siapapun

Rasanya sakit, Tuan
Aku tak pernah ingin memberitahumu tentang ini
Tapi ia benar-benar memar, Tuan
Kau jahat, kau kejam

Kusadari cepat memang
Kau berpengaruh dalamku
Mengenai nada lama yang di sini
Mengenai lagu lama
Mengenai tembang kenangan

Dan kau tak akan mengerti, Tuan
Bagaimana rasanya merasa sederhana
Bagaimana mengerti arti menerima
Kau tidak akan mengerti, Tuan

Burung tak menggunakan nadamu ketika menghiburku
Ia bernyanyi, indah
Kau seharusnya tahu, Tuan
Kondisi apa yang tepat berucap
Kau seharusnya merasa, Tuan

Dan apapun itu, membuatnya menebal
Tentang telinga dan pandangan
Aku tak suka musikmu walau ia indah dan mahal
Aku tak suka kamu, Tuan
Dengar kah?
Kau telah menyakitiku!
Aku membencimu dari ujung kakiku!

Mungkin aku tertawa, Tuan
Bukti pahamku atas kejammu!
Aku tak akan lagi, Tuan
Terperangkap dalam lagumu

Kau busuk, Tuan!

Hingga kau menjadi malaikat pun kelak
Aku tak akan pernah menyukaimu!




Jogja
22:55-02/12/12

Komentar

  1. maaf nona, nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi..
    cobaLah beberapa saat Lagi..

    BalasHapus
  2. Seperti pada deskripsi blogku, "Ketika kau mulai lelah dengan apa yang telah kau lakukan berulang-ulang kali, cobalah kau berfikir berapa tenagamu yang habis untuk melakukan hal tersebut sejak dulu jika kau mengakhirinya sekarang"

    :o

    BalasHapus
  3. @ MTN :: dasar Feronika :p

    @ JSW :: kata-kata yang indah sekali :D

    BalasHapus

Posting Komentar