Uneg-Uneg my First UTS


Assalaamualaikum warahmatullahi wabarrakaatuh
J

Holaaa :D

Lama tak menulis macam ini. Wkwk

Lately, aku makin sibuk. Sibuk tersebab beberapa hal yang jikalau aku nomorduakan, akan mengurangi kadar kekerenanku. Oke, aku tahu kekerenanku tak terbatas. Tapi, tetap saja. Yaa.. gitu deh.

#mulai GJ

:D

Wkwkwkwk

Huaaaaaaaaaaa, aku mau nulis serius lhoo ini rencananyaaaa :D

Ciyus deh. Kok jadi @L4y gini. Hufet. Cek cek cek.

Entahlah. Rasanya bahagia. Bahagiaaaaa pake banget dehdeh!

Ehem, oke. Aku mau serius dulu ah. Enelan, ini ciyus lho, ga pake miapah.
J

kalender gratisan
kartu UTS

Ga terasa. Ujian Tengah Semester (UTS) pertamaku udah berlalu. Itu berlangsung mulai Senin 5 November 2012 lalu sampai Rabu 14 November 2012. Wah, aku semangat sekali lho.. wkwk, namanya juga cewek keren :3

Jadwal UTS

Kebiasaan dari SMA, aku emang suka ngerangkum. Itu lhoo, yang pake spidol warna-warni.

rangkuman PP
rangkuman CE
rangkuman daspol
Jari tengah tangan kananku jadi korbannya. Wah, horror deh, di sisi kirinya ada semacam daging yang menebal. Itu jika kausentuh akan terasa lebih keras dari seharusnya. Terlalu sering menulis. Hingga kini kalau menulispun, yaa terasa masih nyaman siy. Walau ga enak dilihat. Eh, sejak kapan makan pake mata? ==”

Untung juga siy dia mengeras. Kan menyesuaikan diri tuh ceritanya, melindungi. Halah. Huumm, tapi kalau kupikir-pikir lagi, itu bisa dianalogikan dengan suasana hati deh—entah siapa ajja boleh yang merasa tapinya yak, beneran lho, ini ciyus. Wkwk

Begini, ketika hati dalam keadaan normal ditempa terus-menerus, kupikir, ia akan membentuk sesuatu—seperti jari yang ditempa pulpen terus-menerus. Adalah something yang mengeras. Ya, sesuatu yang mengeras, sehingga tersebutlah kebal jadinya ia. Analogi pada hati, membuatnya lebih peka ataupun sebaliknya. Menjadikannya mudah tersentuh ataupun sebaliknya pula. Semacam dinding. Yaa, mungkin aku tengah merasakannya sekarang. Mengenai sesuatu yang menebal. Membeku. Dan kupikir takkan mudah untuk mencair dan tertembus. Hingga membuatnya hanya ingin merasakan bahagia. Membuatnya hanya ingin bersuka untuk mengalihkan. Lalu mengacaukan pandangan orang. Ya, banyak hal bisa berubah ketika letih mencapai puncak. Seperti sesuatu yang berselimut tameng. Tak semudah itu. Betapapun godaannya.

Well, bek tu topik saya bundar.

:p

Jadi, bisa dibilang 80% aku serius dalam UTS yang lalu.

Aih, berasa jadi pelampiasan gitu deh ceritanya. Sisa 20% itu disedot oleh beberapa matkul yang emang dosennya ga pernah kasi catatan, tiap pertemuan hanya kite lagi-kite lagi-kite lagi yang presentasi. Aku ngerangkumnya dari soft copy doang jadinya, itu matkul Civic Education. Ada juga yang filenya buanyaaakk, tapi aku ngga ngeh jugak waktu melajarinnya. Tersebutlah Kemuhammadiyahan. Wahh, itu kalau SD/SMP/SMA/SMK sebelumnya ngga di sekolahan Muhammadiyah, bakal belajar dari nol banget dehdeh semuanya.

Tapi, bukan aku namanya kalo gampang nyerah.

lalalalalalala

Maka, aku menetapkan target. Ngga ada yang larang nentuin target setinggi mungkin, kan?

my target

Setiap muncul gejala males belajar, aku lirik tuh target. Semangat lagi deh jadinya. Oh iya, ini juga ada beberapa hal yang aku tempelkan di sterofoam kamarku, rahasia siy sebenarnya. Tapi, apa siy yang ngga buat kamu, Masih Nyata.

:D

secret
Beberapa kali, teman-temanku datang ke kost. Kita belajar bareng. Karena di jurusanku ini emang bakal lebih cepat pahamnya kalau didiskusikan. Sesuatu yang kurasakan mengalami perubahan dalam diriku sejauh ini adalah, aku menjadi lebih sering bicara. Yaa, sebelumnya aku lebih suka memendam, dan sekarang pun kayaknya masih siy. Tapi, berasa agak longgar ajja. Nah lho, buat teman-teman SMA ataupun yang pernah mengenalku sebelumnya, kebayang ngga? Kalau aku makin sukak ngomong gitu gimana??

Bruakakakakakakakakak

:D

Ada something yang wrong pada diriku dan itu menyebalin kuadrat, yang kumaksudkan adalah mengenai kondisi tubuhku. Yaa, mungkin kelewat semangat kalik yaa. Hum.. aku maag. Wkwk

Bisa dibilang ngga maksimal juga siy, UTS kemarin. Haduh. Bisa-bisanya aku lupa makan?!

Sempat inget siy, tapi.. sehari sekali dalam keadaan otak berpikir keras itu ngga sehat banget deh kayaknya. So, sekuat apapun aku bertahan, kalau udah urusannya sama perut. Yaa, gitu deh..

#apaan cobak?

cokelat+cappuccino adalah kebahagiaan ketika menulis

Biasanya kan aku dan Titin tuh yang terakhir ngumpulin lembar jawaban, yaa karena kita mikirnya ‘mumpung masih ada waktu’, bagusnya dimanfaatin semaksimal mungkin untuk periksa ulang jawaban. Menjawan seluruh soal essay itu selengkap mungkin. Beneran, aku sampe berharap seandainya kedua tanganku dapat bekerja secara bersamaan untuk menulis jawaban. Nah, di beberapa matkul yang diujikan aku malah nyeloyor di pertengahan jam. Aku ingat yang pertama itu Bahasa Inggris, itu mengapa aku ngga puas dengan hasilnya. Aku pikir aku bisa lebih dari itu!

Perut, oh perut..

Ketika aku menghitung hari, UTS rasanya lama banget. Bedanya dengan SMA, kalau UTS jadwal jam tiap harinya itu beda. Hari pertama bisa pagi, selanjutnya siang, kemudian sore, atau juga malam. Bisa juga dalam sehari itu ada 2 UTS yang jadwalnya pagi dan malam.

selingan :p
Aku punya kenalan, namanya Mbak Nay. Dia adalah sekretaris di IkomRadio tahun 2000an(lupa, wkwk. 2009 kalo ngga salah). Aku kenalnya waktu Makrab IkomRadio. Dia supel banget. Banyak pengalaman dan kenalan. Keren.

Hari setelah UTS berlalu, aku melihatnya duduk sendiri di Lobby FISPOL. Sedari pagi aku di kampus hari itu, sore kegiatan udah kelar tinggal mau pulang, malah dicegat dia. Ngobrol deh sampe magrib.

Mbak Nay itu beneran manis deh. Wkwk. Dia banyak cerita ke aku. Terutama tentang kampus ini, dosen-dosennya, juga beberapa tips rahasia. Halah.

Dia bilang, aku aneh kalau ngga cumlaude di semester satu dan dua. Nah lho. Karena dia sendiri IPKnya 3,87 (kalau ngga salah) di waktu itu. Semester awal memang harus benar-benar kita optimalkan, karena di semester 3 ke atas nanti bakal banyak banget rintangannya, terutama malas. Dia sendiri hanya mendapatkan satu nilai B dan yang lainnya A, B itu dari matkul Pendidikan Pancasila. Pokoknya, dia ngompor-ngomporin aku deh. Harus tekun! Gitu.

Dengan pandai berkomunikasi. Segala hal tak ada yang menjadi mustahil. Sejarah mencatat bahwa barang siapa yang menguasai sumber informasi dan media komunikasi biasanya akan berjaya dan berkuasa dalam masyarakat. Karena manusia memang tidak bisa untuk tidak berkomunikasi. Dan setelah terjun ke dunia ini, aku sadar bahwa komunikasi tidak pernah sesederhana pemikiranku dahulu. Dia rumit. Dan aku keren. Wkwk

Bahkan mbak Nay bilang, bukan hal yang mustahil untuk mengundang Sheila On 7 ke UMY tanpa dana. Asal pinter-pinter ngomongnya ajja. Cari alasan yang tepat dan kuat. Aku udah mikir ke sana ke mari, dan berujung ragu pada diriku sendiri. Yakin ngga bisa ngomong santai depan baba Duta dan Erros tersayang? Ccciiiiiiiaaaaaaa.. keburu minta foto bareng deh aku ntar!
==”

Hingga akhirnya UTS pun berlalu. Lega sekali rasanya. Dan itu merupakan waktu yang tepat untuk memanjakan perut. Yaa, aku, Titin, Hesti, Laila, dan Angga langsung mantengin warung Lombok samping kampus. Pesan beberok terong! Pesan semua semuaaa!
>_<

sesudah
sebelum
Itu mantab beneran deh. Rasanya hidup lagi. :D

Hum.. aku sempat kepikiran sama hasil UTS. Keingat kata-katanya mbak Nay juga soalnya. Haduh.
Dan hasilnya ternyata ngga keluar bersamaan. Tergantung dosen pembimbing. Beberapa malah dirahasiakan. Huh! Ada juga yang belum diperiksa.

Hasilnya bikin dag dig dug hatikuu uu dag dig dug hatikuu uu dag dig dug hati kuuu uuu cintaa cinta cintaa -------

Nilai Civic Education yang paling bikin aku kepayang. Dosennya ga pernah ngejelasin, kita yang gantian presentai tiap hari. Aku hanya bermodal soft copy dan diskusi bareng teman-teman.

Benar saja, nilai CE udah bisa dilihat di TU, nilaiku 79! BAYANGKAN!!! Aku sebal seumur hidup! Yaa Allah.. itu materi udah aku hafal semua. Bukan sombong, tapi catatanku emang yang paling lengkap dan dipinjam ke sana ke mari. Aku ingat sesuatu, hari itu aku ngga nulis terlalu banyak. Yaa, ini tentang perut. Kemudian aku teringat perkataan Mas Ali yang merupakan seorang announcer di IkomRadio juga, katanya ada beberapa dosen yang ngasi nilai berdasarkan banyak sedikitnya tulisan. Nah, gimana ngga gondok tuh?!! 79 nilainya B! 80 nilainya A! Bayangkan! Kurang satu poin untuk dapatkan nilai A!

Gurarararararararararararararrr
==”

Hatiku sudah remuk.

Lalu nilai yang lain datang. Bahasa Inggris. Nah lho, waktu perutku ngga waras lagi itu. Kenapa siy, nilai yang cepat keluar itu adalah nilai-nilai penghantar sakit perut? ==”

Poin sempurna itu 20. Dan poinku 15,75 (kalau ngga salah). Nilai tertinggi 16,-- (lupa, ini yang megang si Nasya). Aku yakin bisa lebih dari itu.

Lalu keluarlah nilai PIK (Pengantar ilmu Komunikasi). Ini dosennya berimej horror. Itu lho, Pak Filosa. Nilai di kebanyakan kelas pada terjun bebas. Berkisar 10-60/70an. Banyak yang dipotong juga karena ketahuan nyontek. Dan beneran deh, UTS ini aku murni. Ciyus. Dan aku tak percaya mendapat 80. Alhamdulillah..

Terjadi sedikit konflik di sini, maksudku, arak sak ndek demen eku meuk nilai sengeno. Ndek ne mele bebaturan bareng eku ampok, judes epe angkun ne ngeraos. Leh.. sili ie jage. Ngeri kanak-kanak leq Jogja ine, ndek ne tao te tenak bersaing sak sehat. Leq Titin doang kancanku ngeraosang ini. Wah ngerti ie rue ne watak saq lebih parah. Wah ie ngeni ndah ongkat ne. Dan aku menjadi berpikir, mungkin aku salah jurusan waktu SMA.

Berlanjut ke nilai Daspol (Dasar-Dasar Ilmu Politik). Aku dapat nilai 99.

Jadi keinget pak Muhur. Ciyus.

:D

Jadi, di kelasku ada 3 anak Lombok. Aku bangga karena kita bertiga dapat 99. Wkwk

Hidup anak Lombok!

Jangan pernah remehkan kami :p

Kami bisa bersaing dengan siapa saja di mana saja :D

#dilempar kulkas

dipajang :D

Yaa, dan nilai yang lainnya masih misteri Illahi. Kalau nunggu keluar semua, ntar ini malah makin lama aku posting. Keburu UAS (Ujian Akhir Semester). Sebagian besar aku yakin bisa mendapat nilai yang memuaskan. Beneran. Aku yakin!

#menghibur diri sendiri

Musti optimis dong yaa :D

Namanya juga cewe keren :D

OPTIMIS!
Aih, lagipula itu nilai UTS bukan nilai mateng. Maksudku, yaa dosen-dosen juga udah pada tahu pasti ada yang nyontek dan blablabla. Itu ntar bakal diolah lagi, duet sama nilai tugas dan keaktifan di kelas.

Yayaya

Pasti Ku Bisa..

Dan, beneran ngga terasa banget. Setengah semester udah lewat. Perasaan baru kemarin aku rebutan ayunan di TK, main karet di SD, beli soto papuk si SMP, dan menjenguk Yuda di SMA. Yaa, waktu akan berjalan lebih cepat mulai sekarang. Dan aku harus siap. J

Wah, ini panjang lagi deh kayaknya. Ckck

Maap yak! Hayoo, dimaapin dong.. wkwk



wassalam

Komentar

  1. eh, mbak fin gue oLeh komen 4 haL kan?
    1. saya udah ke warung Lomnok itu. MANCAPP!
    2. itu bahasa, yang ngerti cuma orang Lombok, Jurus jitu itu! PERTAHANKAN!
    3. MEMANG, jangan remehkan ANAK LOMBOK!
    4. iya nih, sama niLainya ada yang udah, rahasia, dan beLum diperiksa..

    bruakakakak, saya komen kayak mau posting yak, :D

    BalasHapus
  2. oleh kok :D
    saia tanggepin, gimana? :3

    1. emang enak :D tanggal 10 Desember lagi yuk.. :p *ehem
    2. iyaa dongg, namanya juga cewe keren :3
    3. owh, jangan coba2 :D bersinarlah :D:)
    4. ciee.. berapa nilai2nya?? kasitauuu~

    samaa.. bruakakakak

    BalasHapus

Posting Komentar