Makalah Pengantar Ilmu Komunikasi Mengenai Media Massa


PENDAHULUAN

A.    Pengertian Media Massa
            Media massa merupakan salah satu alat dalam proses komunikasi massa, karena media massa mampu menjangkau khalayak yang lebih luas dan relatif lebih banyak, heterogen, anonim, pesannya bersifat abstrak dan terpencar. Media massa sendiri dalam kajian komunikasi massa sering dipahami sebagai perangkat-perangkat yang diorganisir untuk berkomunikasi secara terbuka dan pada situasi yang berjarak kepada khalayak luas dalam waktu yang relatif singkat (McQuail, 2000:17). Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang. ( Bittner, dalam Rahmat, 2005: 186).   Dalam zaman modern seperti ini tentunya kita tidak dapat lepas dari pengaruh media massa.

            Media yang termasuk ke dalam kategori media massa adalah surat kabar, majalah, radio, TV, dan film. Kelima media tersebut dinamakan "The Big Five of Mass Media" (lima besar media massa). Media massa sendiri terbagi dua macam, media massa cetak (printed media), dan media massa elektronik (electronic media). Yang termasuk media massa elektronik adalah radio, Tv, film (movie), termasuk CD.
B.     Asal Usul Komunikasi Massa

1)      Zaman penggunaan tanda dan isyarat sebagai alat komunikasi (the age of signs and signals).Era ini merupakan yang paling awal di dalam sejarah perkembangan manusia dan muncul jauh sebelum nenek moyang manusia dapat berjalan tegak. Proses komunikasi pada zaman ini lebih berdasarkan insting dan bukan rasionya. Mereka berkomunikasi dengan gerak isyarat, bunyi-bunyian, dan tanda jenis lain dalam proses komunikasi.
2)      Zaman digunakannya percakapan dan bahasa sebagai alat komunikasi (the age of speech and language). Di zaman ini di tandai dengan adanya kemampuan manusia untuk berbicara dan berbahasa secara terbata-bata dalam kelompok manusia tertentu. Manusia yang hidup di era ini sering disebut homosapiens.

3)      Zaman digunakannya tulisan sebagai alat komunikasi (the age of writing). Era ini berlangsung lebih pendek dari era sebelumnya. Pada era ini proses awal usaha manusia terjadi sepertimerekam informasi dengan melukiskan atau menggambarkan gagasannya.
4)      Zaman digunakannya media cetak sebagai alat komunikasi (the age of print). Zaman ini terlihat paling nampak pada orang-orang eropa yang memproduksi buku-buku dengan menyiapkan manuscripti (manuskrip) berupa salinan yang di cetak dengan menggunakan tangan. Bisa dikatakan, penemuan mesin cetak merupakan penemuan yang menakjubkan.
5)      Zaman digunakannya media massa sebagai alat komunikasi (the age of mass communication. Dengan kemunculan media cetak,langkah aktifitas  komunikasi mulai menanjak cepat. penemuan telegraf merupakan langkah awal yang mengarahkan masyarakat memasuki era media massa elektronik.

C.    Ciri-ciri Komunikasi Massa
1)      Menggunakan media massa dengan organisasi (lembaga media) yang jelas.
2)      Pesan searah dan umum, serta melalui proses produksi dan terencana.
3)      Khalayak yang dituju heterogen dan anonim.
4)      Hubungan antara komunikator (biasanya media massa) dan komunikan (pemirsanya) tidak bersifat pribadi.
5)      Komunikasi massa memiliki efek yang besar dan meluas.bersifat simultan, ialah bahwa walaupun komunikan berada pada jarak satu sama lain terpisah, tetapi media massa mampu membina keserempakan kontak dengan komunikan dalam penyampaian pesannya
6)      Bersifat umum, ialah pesan yang disampaikan melalui media massa ditujukan kepada umum dan di samping itu juga mengenai kepentingan umum.
7)      Komunikannya heterogen, sebagai konsekuensi daripada penyebaran yang teramat luas (jangkauan audiensnya), maka komunikan dari komunikasi massa terdiri dari berbagai macam, inilah menjadikan komunikannya heterogen.
8)      Berlangsung satu arah, ialah bahwa feedback yang terjadi adalah delayed feedback. Berbeda dengan komunikasi tatap muka.
D.    Elemen-elemen Komunikasi massa

1)      Komunikator
Komunikator dalam komunikasi massa sangat berbeda dengan komunikator dalam bentuk komunikasi yang lain. Komunikator di sini meliputi jaringan, stasiun local, direktur dan staff teknis yang berkaitan dengan sebuah acara televisi. Jadi, komunikator merupakan gabungan dari berbagai individu dalam sebuah media massa.
2)      Isi
Masing-masing media massa mempunyai kebijakan sendiri-sendiri dalam pengelolaan isinya. Sebab masing-masing media melayani masyarakat yang beragam juga menyangkut individu atau kelompok sosial.
Menurut Ray Eldon Hiebert dkk(1985) isi media setidak-tidaknya dibagi ke dalam lima kategori yakni :
1.      Berita dan Informasi
2.      Analisis dan interpretasi
3.      Pendidikan dan sosialisasi
4.      Hubungan masyarakat dan persuasi
5.      Iklan dan bentuk penjualan lain
6.      Hiburan
3)      Audience
Audience dalam komunikasi massa sangat beragam, dari jutaan penonton televisi, ribuan pembaca buku, majalah, Koran atau jurnal ilmiah. Masing-masing audience berbeda satu sama lain diantaranya dalam hal berpakaian, berpikir, menanggapi pesan yang diterimanya, pengalaman dan orientasi hidupnya. Namun masing-masing individu bisa saling mereaksikan pesan yang diterimanya.

4)      Umpan Balik
Ada dua umpan balik (feedback) dalam komunikasi, yakni umpan balik langsung ( immediate feedback) dan tidak langsung (delayed feedback). Di dalam komunikasi massa biasanya terjadi tidak secara langsung. Artinya antara komunikator dengan komunikasi massa tidak terjadi kontak langsung yang memuningkinkan mereka mengadakan reaksi langsung satu sama lain.
5)      Gangguan
a.       Gangguan saluran
Misalnya : kesalahan cetak, kata yang hilang, gambar tidak jelas di tv, gangguan gelombang radio.

b.    Gangguan semantic
Adalah gangguan dalam proses komunikasi yang diakibatkan oleh pengirim atau penerima pesan itu sendiri.
6)      Gatekeeper
Dalam komunikasi massa dengan salah satu elemennya adalah informasi, mereka yang bertugas untuk mempengaruhi informasi itu (dalam media massa) bisa disebut dengan gatekeeper. Dapat dikatakan bahwa gatekeeper-lah yang memberikan izin bagi tersebarnya sebuah berita.
7)      Pengatur
Yang dimaksud pengatur dalam komunikasi massa adalah mereka yang secara tidak langsung ikut  memengaruhi proses aliran pesan media massa. Pengatur tidak berasal dari dalam media, tetapi dari luar media misalnya :
pengadilan, pemerintah, konsumen, narasumber dan pengiklan.
8)      Filter
Filter adalah kerangka pikir,melalui mana audience menerima pesan. Filter ibarat bingkai kacamata tempat audience melihat dunia. Hal ini berarti dunia riil yang diterima dalam memori sangat tergantung dari bingkai tersebut.

E.     Efek komunikasi massa
1)      Efek Primer
Secara sederhana, bahwa efek primer terjadi jika ada orang mengatakan telah terjadi proses komunikasi terhadap objek yang di lihatnya. Seperti memerhatikan orang yang sedang berbicara,lalu kita memerhatikan,berarti ada efek primer yang terjadi pada diri kita. Bahkan, ketika di radio diberitakan kecelakaan beruntun di jalan tol dan kita tertarik untuk mendengarkannya,efek primer telah terjadi pada kita. Ketika kita memahami apa yang disiarkan media massa,maka semakin kuat efek primer yang terjadi.
2)      Efek Sekunder
Efek konkret yang terjadi di masyarakat ialah efek uses and gratifications (kegunaan dan kepuasan).Fokus utama efek ini tidak hanya bagaimana media memengaruhi audience,tetapi bagaimana audience mereaksi pesan-pesan media yang sampai pada dirinya.
   
PEMBAHASAN

Anak-anak sekarang ini sangat mudah terekspos dengan berbagai jenis media seperti TV, internet, video games, DVD, media cetak dan masih banyak lagi. Maka tak heran jika media membawa pengaruh yang cukup besar terhadap pertumbuhan mental anak. Pengaruh media bisa positif dan edukatif, tapi juga bisa berdampak negatif.
Anak-anak adalah target yang paling mudah dipengaruhi oleh iklan. Namun tentu saja kita tidak ingin membiarkan adik-adik kita, sepupu kita, agar mereka mengonsumsi hal-hal yang tidak baik tersebut sehingga terkadang menolak permintaannya. Terkadang, penolakan kita ataupun orangtua dianggap sebagai hal buruk karena menghalangi kebahagiaan mereka. Posisi serba salah ini juga pemicu dari pengambilan sikap mereka atas apa yang mereka saksikan di media massa khususnya televisi.
Dibutuhkan kesesuaian antara inti informasi yang dikomunikasikan orang tua dengan perkembangan mental anak, yang umumnya mengikuti perkembangan usianya.Tidak dapat dipungkiri, perkembangan intelektual dapat semakin cepat dan semakin dini berkat pengaruh gizi, lingkungan, maupun pola asuh. Namun sebaliknya, perkembangan mental perlu proses sinergi terus menerus antara orang tua-anak-lingkungan hingga anak mulai mampu mengambil tanggung jawab secara mandiri di masa dewasa.
F.     Analisis kelompok:

ü  Media seringkali menyorot tentang meningkatnya tindak kriminal, penganiayaan, dan kekerasan. Anak yang sehari-hari melihat hal-hal seperti itu dapat berubah menjadi anak yang bersikap agresif dan berbahaya atau bahkan merasa takut akan menjadi korban kejahatan.
ü  Saat menonton televisi, seringkali kita disuguhi berbagai macam iklan yang berusaha menjual produknya. Mulai dari makanan yang tidak sehat, permainan mahal, film blockbuster, dan sebagainya yang membuat anak tergiur lalu menuntut orangtua untuk membelikannya
ü  Ketika anak-anak menonton sinetron atau film orang dewasa, mereka yang tidak cukup/tidak sesuai umur dapat terkontaminasi jalan pikirnya. Bahkan dapat terbawa-bawa dengan peran tokoh di sinetron sampai diterapkan dalam kehidupan nyata.
ü  Pada kasus ini, kami memfokuskan pada pengaruh yang dapat terjadi pada anak-anak jika mengkonsumsi isi dari media massa secara berlebihan dan tidak sesuai. Karena jika seorang anak yang belum cukup umur mengkonsumsi isi yang disampaikan oleh media tersebut, pola pikirnya yang masih terlalu polos mudah terpengaruhi dan bisa saja meniru, mencontoh, bahkan menerapkannya pada lingkungan sekitar tanpa bisa menfilter informasi yang didapatkannya.

G.    Solusi dari kelompok:

ü  Perlu adanya pengawasan pada anak ketika tengah menikmati media massa. Hal itu berkaitan dengan kebebasan yang diberikan oleh orangtua, sehingga secara tidak langsung ketika seorang anak merasa diawasi akan setiap tindakannya dia akan hanya melakukan hal-hal yang benar.
ü  Penempatan media massa yang pantas, sesuai jangkauan anak-anak. Hal ini sangat bepengaruh akan durasi mengkonsumsi media massa pada anak. Semakin mudah jangkauan media massa pada anak, maka semakin sulit orangtua mengawasi.
ü  Memberikan kesibukan lain. Hal ini condong lebih diambil andil oleh saudara yang lebih tua, sebut saja kakak. Ketika seorang kakak lebih sering mengajak adiknya bermain di lapangan daripada di depan televisi, maka seorang adik tersebut akan terhindar dan tidak menyibukkan diri lagi dengan media yang dapat meracuni pikirannya.
ü  Memberikan pengertian akan hal yang baik dan buruk. Hal ini merupakan hal yang paling mendasar untuk dijadikan landasan pada seorang anak untuk dapat memilah dan memilih apa yang pantas dikonsumsinya.


PENUTUP

ü  Kesimpulan
Salah satu faktor kemajuan masyarakat, diakui atau tidak, disebabkan oleh media massa. Namun sebaliknya, kekacauan, kemerosotan moral, dan tindak kekerasan yang timbul di masyarakat juga tidak bisa dilepaskan dari peran media massa. Dengan demikian, media merupakan faktor penentu kehidupan manusia.
  

DAFTAR PUSTAKA


Nurudin. 2009. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Rajawali Pers.
Widjaja, A.W. 1986. Komunikasi dan Hubungan Masyarakat. Jakarta: PT BINA AKSARA.
Siregar, Ashadi. 1995. Sketsa-sketsa Media Massa. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.
Mulayana, Dedi. 2010. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Fiske, John. 2012. Pengantar Ilmu komunikasi. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Komentar