(Pidato) Pentingnya Menulis




Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assaalaamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh

Selamat pagi,
Yang saya hormati, Bapak Zuhdan Aziz selaku dosen Public Speaking
Yang saya sayangi, Teman-teman sekalian

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa, Allah SWT. Yang telah memberikan kita kesehatan sehingga memiliki kesempatan untuk berkumpul di tempat yang penuh barokah ini. Tak lupa pula kita layangkan syalawat dan salam kita kepada junjungan alam nabi besar Muhammad Sholallahu alaihi wassalam, yang telah menuntun kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang.

Teman-teman yang berbahagia,

Terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk berpidato mengenai hal yang tentunya tidak asing dan ternyata paling akrab dengan kita dalam keseharian pada pagi hari ini. Yaitu mengenai menulis.

Teman-teman yang berbahagia,

Tahu kah kalian? Hal sesederhana menulis sudah terbukti dapat mengubah dunia. Tulisanpun dapat mengubah jalan pikir seorang pemimpin. Tulisan dapat merekam sejarah. Dan faktanya, kita semua dapat menulis dan melakukannya hampir setiap hari. Jadi, mengapa kita tidak coba untuk menulis sesuatu yang bermanfaat mulai hari ini?

Teman-teman yang berbahagia,

Bahkan dalam Al-Quran, dalam surah pertama yang turun yaitu Al-Alaq, ayat pertamanya yang berarti ‘Bacalah!’ sudah cukup menjelaskan betapa pentingnya suatu bacaan dalam hidup seseorang. Dengan membaca, seseorang dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Dengan menulis, seseorang dapat mengubah dunia.

Teman-teman yang berbahagia,

Kita dapat memulai melalui hal terkecil, seperti menulis buku harian. Bahkan dalam menulis buku harian secara kontinupun, seseorang dapat dikenal dunia. Alkisah, hiduplah seorang dalam zaman peperangan dan selalu menulis pada buku hariannya. Ia menulis segala yang dia lihat, rasa, dan pikirkan. Hingga akhirnya ia meninggal termakan usia. Lalu seorang ilmuan menemukan buku hariannya, lalu menjadikankan buku harian itu harta penting dalam sejarah peperangan dunia.

Nah, teman-teman dapat melihat bukan? Betapa pentingnya menulis. Ketika seseorang tidak dapat menyuarakan buah pikirannya, menulis adalah media yang paling tepat. Kita dapat berlatih dengan bergabung dengan komunitas menulis di sekitar kita. Dalam lingkungan kampus UMY misalnya, ada KUMIS (Komunitas Menulis), atau juga bisa bergabung dengan beberapa organisasi yang menjadikan Mading (Majalah Dinding) sebagai media publikasinya. Atau juga dengan bergabung dalam tim redaksi suatu majalah/tabloit. Mengikuti seminar tentang menulis juga merupakan metode yang tepat dan cepat dalam mengasah kemampuan menulis kita. Hal yang paling sederhana yaitu, berkirim surat kepada sahabat pena, atau juga membuat akun pada media sosial untuk menampung tulisan kita tentunya. Seperti Blog misalnya.

Teman-teman yang berbahagia,

Arti pentingnya menulis baiknya kita sadari lebih mendalam, dan alangkah lebih baiknya lagi jika kita bisa menyadarkan orang-orang di sekitar kita. Bukannya dengan mengubah dunia dilakukan dengan mengbah hal terkecil dan dilakukan bersama-sama?

Sekian pidato saya kali ini, mohon maaf jika terdapat kata-kata yang tak berkenan di hati kawan-kawan sekalian. Saya hanya mencoba menyampaikan apa yang saya tahu. Kesempurnaan hanya milik Allah, dan kekurangan hanya ada pada diri saya.

Wabillahitaufik walhidayah,
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.

Komentar