(Suara Mahasiswa) Menjadi Kreatif Adalah Pilihan

Ahmad Sarid Ezra Fathin


Kemampuan berkreativitas adalah suatu hal yang tidak didapatkan sedari lahir. Menjadi kreatif adalah pilihan yang dapat diperoleh oleh setiap orang. Menjadi seorang mahasiswa yang kreatif adalah tuntutan zaman demi terciptanya generasi yang dapat memajukan bangsa.

Terlebih dalam jurusan Teknik Informatika yang tengah Ahmad Sarid Ezra Fathin jalani sejauh semester pertama ini. Menurut Ezra, kreatif harus dimiliki oleh mahasiswa Indonesia. Karena dengan menjadi mahasiswa yang kreatif, banyak hal dapat kita kembangkan pun dalam memecahkan masalah, seseorang yang berpikir kreatif dapat mencari pemecahan dengan sudut pandang yang luas.

Cowok kelahiran Selong 10 Desember 18 tahun lalu ini berpendapat bahwa dengan terus berlatih, tidak mencontek pekerjaan orang lain, bersosialisasi, membaca buku, dan menjadi lebih peka dengan perkembangan zaman merupakan cara mengembangkan dan mengasah kreativitas seseorang. Referensi juga sangat diperlukan dalam memperoleh inspirasi menuju kreatif. Karena seseorang dapat dikatakan kreatif jika ia dapat menghasilkan sesuatu yang baru, orisinil, berbeda, unik, dan dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman. Hal itu dapat pula dilakukan dengan memanfaatkan hal yang telah ada/tersedia untuk dikembangkan pun dikombinasikan dengan ide-ide segar yang baru dengan cara yang tidak biasa.

Mahasiswa identik dengan organisasi, tentu melalui hal itu mereka dapat menyalurkan kreativitas mereka dalam lingkup kemahasiswaannya, proker yang dirancang bersama misalnya. Hal itu dapat diterapkan dengan mengadakan kompetisi mengenai kreativitas dengan hadiah yang menarik bagi teman-teman mahasiswa lainnya. Seperti yang diadakan di STMIK AMIKOM Yogyakarta tempat Ezra menimba ilmu, terdapat banyak kegiatan kemahasiswaan seperti KOMA (Kumunitas Multimedia Amikom) sebagai wadah mahasiswanya mengasah kreativitas anggotanya.

Di samping hal tersebut, terdapat banyak pihak yang berperan untuk mengembangkan kreativitas. Yang pertama tentu mahasiswa itu sendiri mengambil alih sebagai peran utama, karena ketika ada kemauan dari diri sendiri, menjadi kreatif itu akan semakin mudah. Kemudian menyusul pendidik/mentor, lalu lingkungan, dan terakhir orangtua.

“Betapa pentingnya kemauan untuk menjadi kreatif ada dalam diri mahasiswa, karena dengan menjadi seseorang yang kreatif, hidup ada dalam kendali kita. Kita yang mengendalikan hidup, bukan sebaliknya. Menjadi kreatif adalah pilihan.” Tandas Ezra.

Komentar

Posting Komentar