Sebuah Kisah Klasik Untuk Khaylila


Assalaamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
J

Selamat ulang tanggal dan bulan, Dhedhekkuw sayang..

Khaylila Cahaya Nadia

Aih.. udah besar yaa sekarang^^

Wah, ngga terasa udah masuk bulan April ajja niy yaa, Dek. Yaa, April. Bulan penuh sejarah itu lho.

Penuh sejarah?

Tentu. Itu alasan mengapa kakak tidak akan lupa. Tentang April terhebat dalam hidup kakak, tahun lalu. Yaa, tepat di tanggal yang sama ketika catatan ini Kakak tulis.

Benar-benar tidak terasa. Sudah setahun lamanya kau melihat dunia ini yaa, Dek. Sudah setahun usiamu. Nampaknya, kakak rindu. Semakin merindu.
Pada hari jadimu ini, akan kakak ceritakan suatu pengalaman yang teramat berkesan dalam hidup kakak. Yaa, ini sungguh mengesankan. Mulai sekarang, Insya Allah di setiap hari jadi Adek, kakak akan selalu bercerita. Dan kali ini mengenai diri kakak yang harus menjadi babbysitter. Harus? Ya! Karena rasanya sangat mendadak pada waktu itu, Dek.. Hum.. sebenarnya, kakak juga sedikit banyak berperan sebagai mothersitter siy—apa bisa menyebutnya begitu?, maksud kakak, sebelum si babby lahir, ibunya kakak rawat dahulu sedemikian rupa. Karena beliau sudah tak bersama suaminya lagi, maka pada waktu itu kakak yang membelikannya buku-buku ibu-ibu hamil, juga keliling mencari apa-apa yang ia idamkan. Salahsatunya saat itu adalah buah duku, kemudian kerupuk kulit, dan entah apa-apalah itu.

Lalu kakak juga menjaganya di rumah sakit hingga bersalin. Pada waktu itu, kakak tengah menjalani Try Out di SMA (jika kakak tak salah ingat). hingga menyebabkan kakak hanya memiliki kesempatan belajar saat beliau terlelap.

Pengalaman yang sangat mengesankan adalah, ketika kakak menunggui beliau dalam ruang bersalin. Di sana, terdapat banyak ibu-ibu hamil dan hendak bersalin. Segala hal yang telah kakak pelajari mengenai kelahiran di jurusan IPA, kini kakak saksikan dengan mata kepala kakak sendiri lho, Dek.. Seperti, ketika seorang ibu di seberang ranjang si ibu tadi tiba-tiba berteriak, kemudian, terdengar sesuatu yang pecah diiringi dengan suara tumpahan air. Jadi, begitu ya lho, Dek, suara air ketuban yang pecah? Wow. kakak juga banyak menyaksikan proses persalinan. Jadi, di ruangan itu terdapat kurang lebih 20 ibu siap bersalin. Di antaranya ada yang berteriak-teriak memanggil nama suaminya, ada yang menangis, ada yang menyebut Asma Allah, bahkan ada yang sampai (maaf) buang hajat. Mendengar suara-suara mereka yang bersahutan hanya dalam beberapa menit, membuat kakak terpukau. Luar biasa sungguhlah perjuangan seorang ibu. Ibu kita berdua adalah ibu-ibu yang tak kalah hebat lho, Dek.

Namun di pagi Senin itu, kakak harus tetap ke sekolah. Si ibu tadi berganti dijaga oleh ibunya sendiri. Dan ketika itulah, di waktu itulah. Si ibu diputuskan untuk caesar.

Karena usai caesar, si ibu diharuskan untuk beristirahat di ruang Recovery. kakaklah yang ke ruang Neonatus atau ruang bayi untuk menjaga si adik bayi yang telah lahir. Tepat di tanggal ini setahun yang lalu, Dek.. Tanggal 2 April 2012, seorang bayi perempuan lahir di RSU Soedjono Selong. Beratnya mencapai 4 kilogram. Sangat lucu. Sungguh sangat menggemaskan. Mau lihat?

beberapa jam setelah kelahiran

ketika masuk oven
Untuk memasuki ruangan itu, kita harus menggunakan pakaian khusus. Dan mencuci tanggan dengan sabun tentunya. Bayi-bayi di ruangan itu berada di dalam box. Boxnyapun bermacam-macam, ada yang berlampu besar, kecil, lampu biru, dan lain-lain.

Tahu ngga, Dek? Yang paling kakak khawatirkan saat itu adalah, jika si bayi menangis. Karena jika hal itu terjadi, artinya kakaklah yang bertanggung jawab untuk membuatnya tenang kembali. Dan... Dia benar-benar menangis lho, Dek! Haduh.. Kakak sebelumnya tidak pernah langsung menggendong bayi yang baru lahir soalnya, Dek.. Dan dalam hal ini si bayi lahir beberapa jam yang lalu, itu bahkan si ibunya pun belum melihat wajahnya lho, Dek. Tapi... kakak harus. Maka kakak gendonglah si mungil itu. Kabar buruknya dia tidak langsung diam lho, Dek. Haduh.. dan di ruangan itu, hanya kakaklah seorang anak SMA, sedang yang lainnya adalah ibu-ibu. Atau mungkin embah-embah. Ah, entah apa yang mereka pikirkan melihat seorang kakakmu ini.

Kakak mempelajari satu hal, ketika bayi menangis. Maka gendong dan peluklah dia. Goyangkan badan seadanya. Hingga dia tenang. Dan tahu ngga siy, Dek? Ajaibnya, si mungil itu selalu tenang apabila kakak menyanyikannya lagu Sheila On 7. Jika telah tenang, letakkan si bayi dalam box lagi, lalu goyangkan ranjang seadanya. Aih, sok tahunya kakakmu ini, Dek.. wkwk. Tapi beneran lho. Nah, kakak di ruang Neonatus menunggu kurang lebih hingga 5 hari. Dan hanya memberikan susu formula pada si bayi. Banyak hal yang kakak saksikan dalam ruangan itu. Dari bayi dalam oven yang mulutnya berbusa. Kemudian tentang si bayi kembar yang satunya hanya diam, lalu ibunya panik dan ternyata bayinya meninggal. Hingga seorang ibu-ibu yang tengah memberikan ASI pada bayinya seketika menangis tersedu-sedu, saat bu bidan menghampiri. Si ibu berujar bahwa anaknya terlalu lama tidur. Menyusu pun hanya beberapa saat, kemudian badannya mendingin dan pucat. Bu bidan berkata bahwa si ibu salah cara memberikan ASI pada si bayi. Posisi tangan yang tidak tepat bisa membuat ASI tertelan dan masuk ke jalur yang salah, misalnya ke paru-paru. Dan itu fatal. Huft.

Maka, si ibu yang bayinya kakak jaga di waktu itu pada akhirnya memberikan penghargaan untuk kakak memberikan si bayi nama. Kakak memberikannya nama Khaylila.. Yaa, sama seperti namamu, Dek. Persis. Karena si bayi itu memang kamu. Ibu yang melahirkan dengan caesar itu adalah ibumu yang sangat hebat: bibiku. Ibunya ibumu yang menjaga bibi kakak di hari itu adalah embah kita. Lihatlah, betapa beruntungnya hidup kita dikelilingi oleh wanita-wanita hebat. Tidak ada alasan untuk menyalahi takdir lagi, bersyukur adalah satu-satunya hal terpantas untuk kita lakukan. Bibi menambahkan dua kata untuk namamu, sehingga menjadi Khaylila Cahaya Nadia. Khaylila sendiri adalah judul dari salah satu lagu Sheila On 7, yaitu Khaylila's Song. Bibi kakak atau ibunya Dhehdehk lalu menghafalkan Khaylila’s Song juga, karena hanya lagu itulah yang membuat Adek tenang, pada waktu itu.

Perjalanan kakak menjadi seorang babbysitter belum usai, seiring waktu, kakak belajar cara menggantikan Adek popok, memakaikan Adek pakaian, hingga memandikan Adek—walau masih kagok. Kakak membawa Adek ke posyandu tiap tanggal 3 setiap bulan. Hingga sebenarnya, saat kakak memutuskan untuk menuntut ilmu di tanah jawa ini, yang paling berat kakak tinggalkan adalah kamu, Dek. Rasanya aneh jika tak mendengar tangisan Adek setiap hari. Rasanya, kakak ingin mengamati setiap tahap pertumbuhan Adek, terakhir kakak lihat, Adek sudah bisa tengkurap, pun berbicara ala bayi yang sangat menggemaskan itu. Suara tawa Adek sangat indah. Entah akan datang keahlian lain apa nanti pada Adek ketika kakak pulang nanti. Mungkin Adek sudah bisa berjalan, berlari, dan bernyanyi. Dan lagi, apakah Adek masih mengingat kakak?

Sudah memasuki bulan ke-8 lho, Dek. Kakak di sini dan kita tak bertemu. Bagaimana rasanya, Dek? Hidup tanpa kakak.. apa tidak ada yang berubah? Seandainya Adek tahu, di sini Adek dan tanah kelahiran kita adalah sumber inspirasi kakak untuk presentasi mengerjakan tugas. Kakak melihat senyum mengembang di tiap foto yang bibi upload tentang Adek. Itu bagus. Kau semakin tumbuh dan berkembang, Dek. Terakhir kakak lihat, kau sudah bisa berdiri. Bermain pasir di pantai bersama Kakak Nini dan Mama Eyak. Bagaimana proses merangkakmu, Dek? Makan bubur? Ngemil? Ngoceh? Joget? Ah.. rasanya ingin pulang satu hari ini saja untuk bertemu kamu, Dek.. mereka pasti telah menyiapkan banyak hal yang hebat untukmu. Aku ingin turut serta.

Beberapa hari yang lalu aku melakukan sesuatu. Dan semoga berkesan untukmu ketika menerimanya. Yaa, aku kirimkan sesuatu. Kabari segera jika telah sampai yaa, Dek^^

Terimakasih bijaksana Khaylilaku. Kau mengajariku banyak hal. Anugerah terindah dari Tuhan adalah kau: Khaylila, kau pasti bisa bertahan di sana. Jalan terus menggapai mimpimu, temukan sahabat sejati dan ajak dia melompat lebih tinggi. Walau mengingatmu membuatku selalu ingin pulang, di sini aku takkan pernah berhenti berharap. Demi di suatu pagi yang menakjubkan nanti akan ada pertemuan di hari bersamamu, kau pasti selalu bisa membuat aku tersenyum. Sekali lagi, jangan pernah berhenti berharap demi masa depan pengenang kisah klasik kita yaa. Karena itu aku, pemuja rahasiamu, Kahylilaku..










wassalam

Komentar

Posting Komentar