Pemuja Rahasia 2



Aku bingung
Mengapa tidak bisa menjadi diriku di hadapmu?
Aku menjadi terlalu bisu
Aku menjadi tak mengenali diriku
.
Tapi menemukanmu, lagi
Merupakan suatu hal yang aku butuhkan
Untuk aku dapat melawan diriku sendiri
Untuk aku dapat melawan perasaanku sendiri
.
Kautidak pernah tahu kan, rasanya?
Berada di setiap waktu sibuk dalam lingkarmu
Kita dalam lingkar yang sama
Ketika kinerjaku harus optimal
Namun ada kamu di sana
.
Aku benar-benar tengah mencari lawan yang tertangguh
Atas perjalanan yang aku lalui sejauh ini
.
Aku menemukanmu
Kemudian bertarung dengan diriku ini, si terkuat
.
Walau hingga kini
Aku belum dapat mengalahkan si kuatnya aku
Aku masih saja menjadi orang lain
Ketika bahkan, kau mencoba lebih masuk dalam lingkarku
Kemudian, kau mulai membakarku
Atas logika-perasaan-ambisi dan segala yang ada dalam diriku
Kau mungkin lupa, Tuan
Tapi aku tak melupakan hal terkecil, jika tentangmu
Tentang hari di mana kau meremehkanku
Bahkan kaulakukan itu sebelum mengenalku, total
Maka kuputuskan menunjukkannya suatu hari nanti padamu
Bahwa aku tak pantas diremehkan
Lalu  tentang ucap selamatmu pada rekanku
Yang entah mengapa ingin sekali kudengar itu tertuju padaku
Ketika kauberusaha membelaku di antara kerumunan
Yang membuatku merasa lemah, dan sakit karena sejatinya aku bisa membela diriku
Kau menjadi melihatku sama dengan mereka
Mereka yang kupikir dapat aku kalahkan
Mereka yang belum tentu dapat kalahkan kuatku
Tapi, Tuan
Mengapa?
Aku selalu menemukanmu
Di saat aku ingin berbinar, kau hadir redupkan
Di saat aku ingin terbang, kau hadir memasung
Di saat aku berharap lebih atas mampuku, kau terlalu mengandalkan yang lain
Mengapa, Tuan?
Kau seolah tak izinkan aku mengalahkan diriku?
Mengapa, tuan?
Membuatku melemah di hadapanmu
Seolah selalu mencari celah di sempitku
Mengapa, Tuan?
Kau menceritakan hal tak penting padaku
Kau bagi kekuranganmu, padahal kau orang hebat
Mengapa? Harus kau yang berdiri di sana.
.
Jika memang harus
Maka aku akan
Menerobos batasanku
Menghancurkan dinding yang sekian lama kubangun
Aku sungguh ingin mengalahkan diriku, di hadapanmu
Akan aku tunjukan
Aku mampu, aku bisa, aku hebat!
Kau tak pantas remehkan aku,Tuan
Kau sungguh tak bisa samakanku dengan mereka
Kau akan melihat warna yang berbeda suatu hari nanti dari dalam sini
Maka, teruslah begitu
Sakiti aku, rubuhkan aku
Untuk aku belajar lebih tegap dan kuat
Untuk mengalahkan besarnya
Rasa cintaku padamu.
.

Komentar