#BBF-Ria Rizky Rahmalia


Surat buat Fifin
Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh
Admin? Terima kasih ya JJ setelah berfikir sekian lama siapa yang akan menerima surat keempat. Aku memutuskan untuk dirimu yang menerima ini. Sahabat fospast. Saudariku. Juga sahabat sedari Sd. Huft. Ternyata kita sudah mengenal sejak dua belas tahun  dibangku pendidikan ya. Sepuluh jari tanganku membutuhkan tambahan jari lagi untuk menghitung baru berapa belas tahun kita mengenal. Maukah meminjamkan sepuluh jarimu lagi untuk menghitung bersama berapa lama lagi kita akan bersahabat?? Mau kan, Kanda?
Apa kabar penulis? Aku berdoa untuk kita semua semoga selalu sehat dimana saja kita berada. Semoga awan kesejahteraan selalu menaungi kita semua. Aamiin Allohumma Aamiin. Bagaimana dengan insomnia itu? sudah sembuhkah dari penyakit itu? inget lo. Makan durian bisa menyembuhkan. Konon katanya seperti itu. tapi musim durian hampir berhenti di sini, di Jogja bagaimana? Harganya berapa, Kanda? Mahalkah? Hehhe
Tetapi, penyakit insom itu sepertinya sangat berguna untuk anak kuliahan. Iya apalagi kalau bukan untuk mengerjakan tugas. Tapi ya sudahlah. Jangan jadikan tugas sebagai momok penghalang tidur yang baik. Seperti yang pernah aku baca, tidur yang baik adalah pukul 10:00 pm dan bangun pukul 06:00 am. Gak hanya itu, Kanda. bangun tidur juga harus boker  loo sebenarnya. Itu siklus yang benar dan harus terjadi setiap paginya. Apakah anda sudah boker pagi ini? ahhaha
Kandaaaaaaaaaaaaaaaaaa, pingin ngomong ekek. Tapi gak boleh. Obrolan-obrolan jorok harus terjadi secara langsung supaya ekspresinya dapat. :D ekspresi ekeknya itu looooooooo :D ekspresi Saride paling dapet kayaknya.
Well..
Ini adalah surat keberapa, Kanda? Rasanya sudah banyak sekali ceritera yang aku sampaikan padamu. Entah itu aku mengetiknya hingga ribuan kata. Ingat kan? Atau perlu aku ingatkan algi? Hahaha. Tidak tidak.. Aku yakin itu masih tersimpan di “tempat” yang sama ketika aku mengirimkannya dulu.
Kali ini juga begitu. Entah mengapa pagi tadi ketika akan memulai ujian Strukltur Baja 1, rasanya dadaku penuh sesak. Rasa sensitifku tergores lagi, telingaku mendengar banyak keadaan-keadaan yang tidak aku sukai. Tidak membuatku nyaman tepatnya. Rasanyaaaaaaaaaa aku ingin berlari meninggalkan kampus kemudian pulang, berganti pakaian bebas dengan seragam sekolah, masuk ke Smansa dan duduk di istana hijau kita. Bercanda dengan kalian lalu bahagia setiap hari. Tetapi lamunan harus segera dibuyarkan. Soal dan kertas untuk menjawab sudah siap diatas bangku. Yah.. ini sedang Ujian Tengah Semester (UTS). Jadi aku harus menjawabnya dengan benar dan mencoba jujur.
Kanda, dalam surat ini maupun segala keluh hatiku yang aku tuangkan dalam tulisan, rasanya aku tidak bisa untuk tidak menulis menggunakan bahasa baku. Kenapa ya? Aku juga tidak paham atas ini. Jari dan imajinasiku bersatu utnuk merangkaikan setiap kalimat yang tidak mampu aku keluarkan melalui lisan. Kata seorang temanku, menulis adalah cara bercerita paling manis. Yah sepertinya aku setuju dengan pendapat itu. bagaimana denganmu? Setujukah? atau ada pandapat lain dari sudut pandangmu, wahai fifin? Ahhaha
Bagaimana kabar adek Omen? Dia sudah kelas berapa sekarang? Dia ambil jurusan apa.? Hahaha ingat adik Omen, inget mempelai laki-lakimu. Ciiiee yang menikah sama adik sendiri :p
Adek Nini apa kabar? Adek yang namanya Nini, bukan adik ninikku alias papuq. Ahhahaha apaan itu coba. Aduh gara-gara panggilan adik ninikku, kasian Rina jadi bingung sendiri. Kanda ini wooo :p
            Mamak gimana? Sehatkah? Apa salon cantik sudah berkembang pesat? Bapak gimana tugas-tuganya? Masih sibuk kelaur daerah. Terus embah di ijobalit, terus Kaylila yang manis, terus segenap keluargamu, sehatkah? Semoga dalam keadaan terbaik dari Allah SWT ya J aamiin..
            Kanda, sudah menemukan sahabatkah di bangku perkuliahan? Kalau sudah siapa? Apa dia baik kepada Kanda? Apa dia tulus sama kanda? Ehhe pertanyaanku banyak ya? yaaa karena aku hanya ingin membandingkan saja dengan fozpasterz. Apakah kami akan tergeser karena hadirnya orang-orang baru.
            Kanda. Ingatkah dulu kau pernah mengatakan bahwa aku adalah anak yang ambisius? Aku lupa saat itu adalah tahun berapa. Apakah saat itu kita masih berada di sekolah dasar? Atau sekolah menengah pertama? aku tidak ingat soal waktu. Yang pasti aku ingat adalah kalimat itu terlontar dari dirimu dan aku tidak pernah lupa hingga saat aku tuliskan ini.
Apa alsan menyebut aku seperti itu? anggap saja kita sedang bermain kejujuran. Jadi jawab jujur pertanyaanku ini ya? J
Selain itu, Kanda? Salahkan aku menjadi seorang yang ambisius? Sempat aku ingin meghapus itu dari daftar sikapku. Karena aku berfikir, untuk apa menjadi ambisius dan bersikeras untuk melakukan usaha sekuat tenaga untuk emwujudkan mimpi. Karena saat itu, saat dimana aku emmulai lagi kehisupan setelah kepergian ayah, arsanay bermimpipun aku enggan. Aku tidak mau jatuh lagi. Aku hanya memiliki satu orang tempat meminta segala pertimbangan, dan aku yahu. Ajwabbnya akan kembali kepadaku sendiir. Piliahn aatsku dan tanggung jawab untukku. Dari, oleh dan untuk aku.
Tetapi saat ini, ketika usiaku memasuki kepala dua. Ketika saudaraku yang lain sudah menggapai mimpi mereka sebagai penegak keamanan. Aku berbicara kepada cermin di kamar. Lantas, giliranku akpan? Aku malu meminta, aku mal uterus merepotkan orang tuaku dan kelaurga, smeentara saudar-saudaraku sudah berpenghasilan.
Rasanya julukan itu semakin mendekati kenyataan. Aku ingin melakuakn apapun yang bisa aku lakukan. Apapun yang membuatku merasa bahagia. aku akan membuat kebahagian untukku dengan caraku sendiri dan bersama orang-orang yang aku cintai. Juga aku akan menjadi berhasil dengan cara yang berbeda. Aku berdoa kepada Allah, semoga Dia izinkan aku sukses dengan pijakan kakiku sendiri.
Tetapi kanda, dengan sikap ambisius yang muncul lagi, aku takut semua berjalan ke arah yang  tidak baik.  Aku takut sikap jahat akan menggerogoti hati dan pikiranku. Ahhaha maksudku Kanda, aku takut sikap dengki dan iri hati itu akan muncul dalam hatiku.  Astagfirullah.. aku tidak ingin memiliki penyakit hati seperti itu.
Kenapa aku ceriterakan hal ini? aku butuh masukan yang jujur dan menusuk kanda. Biarkan semua itu terasa sakit tetapi dapat hilang dalam satu kali suntikan. Aku mohon sadarkan aku atas sikap diluar batas kewajaran ini, aku tidak sanggup bersaing dengan teman sejawatku sendiri. Aku tahu bahwa aku tidak pernah ingin merasa kalah. Aku juga orang yang memiliki gengsi tinggi untuk bertanya tentang hal yang tidak aku mengerti. Terlebih lagi bagi yang aku anggap rival. Tetapi  ini hanya berlaku untuk beberapa keadaan dan untuk beberapa orang. Aku merasa tidak nyaman jika harus bersikap begini kepadanya, aku tahu bahwa persaingan itu selalu ada. Aku tidak ingin menganggap semua ini adalah persaingan. Aku ingin meluruskan persepsiku bahwa semuanya adalah suatu hal yang wajar terjadi. Tetapi entahlah, Kanda, aku aneh. Aku tidak suka kepada diriku sendiri, aku takut sikap ini muncul dan memuncak suatu hari nanti. Aku tidak ingin menjadi perempuan berhati kotor dengan rasa iri ataupun dengki yang tumbuh di hatiku. Astagfirullahadzim. Apa yang harus aku lakukan?
Pun aku befikir, sekuat dan setinggi apapun aku melompat, aku tidak akan pernah berada dua langkah didepannya. Tetapi setidaknya aku ingin berjalan beriringan bersamanya. Tentu dengan kemampuan yang berbeda yang dianugerahkan oleh Allah SWT.  Apakah aku salah dengan perasaan ini,Kanda? Tetapi kanda, apa yang aku ceritakan ini tidak seburuk pada kenyataannya kok. Aku dan dia tetap bersahabat. Berhubungan baik bahkan. Aku berusaha sekuat mungkin menghilangkan sifat buruk yang muncul ini ketika kami tengah tertawa terbahak bersama..
Tolong bantu aku yaa.. aku butuh pandangan dan pemikiran orang lain atas setiap kedipan pengalamn yang dianugerahkanNya.
Aku rasa cukup sampai di sini dulu kanda. Aku tunggu BBF 2 ya. Supaya aku bisa menulis lagi surat untukkmu. Selamat beristirahat penyuka bunga matahari. J salam persahabatan. Jaga kesehatan dan jaga ibadah di sana. J
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selong, 30 april 2014
08:49 pm


Komentar