#BBF-Ria Rizky Rahmalia


Surat buat maya
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

            Bebek mayaku :* aku menutupi menulis surat persahabatan dengan memilih kamu. Aku tuliskan ini ketika tugas besar sudah  mulai menyita waktu istirahat, waktu bermain dan juga waktu jalan-jalan. Aku juga harus menyempatkan menulis ratusan kata ini untuk mengungkapkan rasa yang terkadang menguap kemudian menjadi terlupakan karena satu dan lain hal. Yah maklum lah yaa.. kita banyak pikiran kadang-kadang sering lupa apa yang akan kita lakukan.
            Sedang apakah kau disana? Salah salah.. sedang mengerjakan tugas besar apakah kau di sana? Heheh..
Kalok aku semester ini ada dua tugas besar dan satu praktikum bek. Tugas besarnya ada Mekanika Teknik 3 dan Teknik Jalan Raya. Terus praktikumnya ada Mekanika Tanah 2. Nah kalok bebek apa aja?
Semoga aku, bebek, dan semua anak teknik sipil di manapun berada dapat melewati segala rintangan menuju ilmu yang lebih baik ya J *apaan  eh AAMIIN..
Bebek sehat? Terakhir aku telepon itu (5/5) bebek mencret. Nah gimana sekarang? Apa masih mencret? Makanya kalok buka puasa itu jangan ngamuk-ngamuk semua mau dimakan. Laper mata sih. Nah tau sendiri kan akibatnya L
Kata mamakku. Kalok sakit itu cepet kasitau temen-temen kosnya. Supaya kalok kenapa-kenapa ada yang nolongin. Nah bebek juga gitu ya, kalok nanti sakit sedikit atau rasa badannya gak enak, cepet kasitahu temen-temen kos bebek, atau nggak kasitau aja sahabat-sahabat bebek yang ada di sana. Kan ada siapa jaaa ya namanya. Aku lupa bek. Hehhe :D besok kenalin ke aku ya? Bebek udah janji waktu itu :p
Titip salam buat mereka ya. Titip salam juga buat pacar baru anak Samarinda. *ooops keceplosan :D #padahal aku sengaja biar sefospast tahu. Ahhahah maap bek :*
bebek. Aku sayang banget sama bebek. Sayang sebagai saudara, keluarga, kakak, adik, sahabat, pokoknya aku sayang banget sama bebek, *maunangis.
Aku gak bakalan pernah lupa tentang tawaran malam itu. malam dimana esoknya kita akan berperang menentukan nasib di jalan sendiri.  Berperang dengan ribuan anak lainnya untuk merebut bangku kuliahan. Meskipun aku sudah mengungkapkan ini di waktu yang lalu, aku rasa aku berhutang budi sama bebek, ada rasa yang menggumpal yanga ku harap tidak akan pernah pecah menjadi serpihan-serpihan kemudian habis disapu angin. Aku ingin rasa ini terus menggumpal. Rasa pertolongan dari sahabat yang terus mengingatkan aku untuk berjuang di jurusan yang tidak aku inginkan sebelumnya. Jadi dengan adanya rasa ini, aku akan terus berdiri ketika kakiku mulai lemah dan pertahananku mulai goyah.
Meskipun sampai detik ini, apakah tawaran tentang menggunakan orang dalam itu benar atau tidak aku tidak tahu. Yang pasti aku menjawab semua soal SNMPTN dengan sebenar-benarnya. Aku mengerahkan seluruh kemampuanku untuk menjawab soal itu. untuk hasil akhir aku tidak tahu. Aku benar-benar tidak tahu apakah ada campur tangan orang lain tentang kelulusanku. Jika memang ada. Kenapa tidak meluluskan aku di jurusan akuntansi saja. kenapa harus di jurusan teknik sipil. Tapi terlepas dari itu semua, terima kasih untuk Bebek, teriama kasih untuk bapak yang sudah menawarkan aku malam itu. aku tidak akan pernah lupa. Terima kasih bebek sayang :*
Huft. Aku ingat alasan bebek malam itu menawariku adalah karena bebek gak mau melihat usahaku sia-sia. Aku belajar untuk persiapan ujian SNMPTN sejak ujian nasional hari terkahir hingga H-1 sebelum ujian SNMPTN berlangsung di Mataram. Aku tahu aku hanya bisa belajar waktu itu bek. Aku tidak punya bahkan tidak berani untuk bermimpi mampu mengecap pendidikan di luar Lombok. Karena keterbatasan dana karena mamak cuman punya gaji pensiunan dan mamak yang akan berdua saja dengan adik. Huft. Kedaan yang sangat sulit waktu itu bek. Aku sering menangis dan terisak sendiri di balik bantal karena aku tidak mampu berfikir untuk masa depanku seorang diri. Aku butuh bantuan. Tetapi siapa L  aku sudah meminta bantuan kepada semua orang yang aku kenal, aku sudah berusaha  semaksimal mungkin, dan entah aku tidak tahu berapa lama aku memenjarakn diri bersama buku juga soal-soal yang banyak, hingga les bersama Pak Zainal aku lakoni juga pada  minggu terakhir.
Tetapi semau itu aku jalani dengan ikhlas bek. Aku ingin sekolah. Aku ingin belajar.aku ingin menuntuy ilmu setinggi-tingginya. Aku ingin menjadi anak perempuan kebanggana bapak. Juga anak yang bisa dibanggakan oleh mamak. Aku ingin menaikkan derajat kelaurgaku. Aku ingin menjadi kakak yang dapat dicontoh oleh adik laki-lakiku. Karena jika dia tidak melihatku berhasil, lantas siapa yang akan menjadi penyemangatnya? Yah, aku harus berhasil bagaimanapun prose situ harus aku jalani.
Semua itu bukan sesuatu yang mudah bek. Ketiadaan kendaraan adalah masalah paling besar hingga sampai aku tuliskan surat ini. Bukan bermaksud membuat keadaan menjadi terharu. Tetapi aku ingin merunut kembali usaha-usaha yang dulu. Dulu sekali. dua tahun yang lalu,
Aku harus berangkat sepagi mungkin, melewati jalur-jalur pintas untuk segera sampai di rumah pak guru. Kemudian aku takut sekali ketika kita selesai les melewati magrib atau sudah gelap. Aku takut jalan sendiri bek. Tetapi bebek dan teman-teman yang lain kadang menawariku untuk pulang bersama. Huft sedih deee… tapi gapapa. Itu proses. Sekuat apa aku bertahan dalam proses.
Sampai hari terkhri les kita, malamnya bebek mengirimiku pesan singkat dan menyuruhku untuk mengirimiku nomor ujianku. Bapak akan membantu kita untuk itu. Bukan untuk berlaku curang, tetapi aku ingat alasan bebek malam itu,
“ aku gak tega lihat bebek gagal. Aku kasian liat usaha ebbek yang luar baisa baut belajar.”
Bek. Seandainya bebek tahu perasaanku malam itu. akhirnya ada juga yang peduli dan memperhatikan usahaku. Hmm makasi bek. Makasi mau menolongku.
Selepas itu. ujian hari pertama berlangsung. Bebek lupa menulis kode soal. Itu fatal sekali bek. Bisa dipastikan bebek gugur. Dan itu benar. Bebek gak lulus tes SNMPTN. Dan aku lulus dengan jurusan yang asma dengan bebek. Teknik sipil. Sedih sekali L otomatis bebek akan mendaftar ulang di ITN Malang. Kita akan berpisah bek. Berpisah tetapi denagn jurusan yang sama. Jurusan macam apa sipil ini, aku tidak tahu. Aku akan mempelajari tentang apa di jurusan ini. aku buta informasi. Aku tidak tahu akan bertanya pada siapa tentang ini aku belum bisa menerima keadaan ini hingga semester dua. Meskipun akau tidak menerimanya, tetapi aku tetep mengerjakan segalanya secara maksimal bek. Mungkin hati boleh tidak menerima, tetapi pikiran dan langkah tidak boleh terhenti because life must go on.
Waktu itu bebek lulus jalur SMUD. Iya kan? Aku berharap bebek akan mengambil itu supaya kita bisa satu kampus. Tetapi keputusan memang sudah bulat. Bebek akan terbang ke Malang dan aku tetap di sini. Iya sudah tidak mengapa. Karena aku tahu bahwa mamak ternyata tidak bisa jauh dariku, Bek. Kesepiannya sempurna jika aku harus terbang meninggalkana Lombok. Tanpa bapak, tanpa mbah laki, tanpa mbah perempuan. Hmm kasian mamak. Jadi demi mamak, demi adik, demi keluarga, apapun yang ada dihadapanku sekarang adalah jalan terbaik dari Allah SWT. Aku percaya itu sepenuhnya bek. 
Dan saat ini, (7/5) kita sudah semester empat. Kita sering menelpon untuk sekedar bertukar kisah, bebek meneleponku ketika aku sakit dan akhirnya sembuh gara-gara kelelahan tertawa, bebek yang nawarin aku barang-barang dagangan baut nambah uang jajan, dan masih banyak yang lain. Semester ini aku juga masih belajar mencintai apa yang aku kerjakan.  Semoga kita semua sukses yaa. Semoga apa yang sahabat FOSPAST cita-citakan menjadi kenyataan. Meungkin kia jarang saling mengabari semester ini tetapi jika bebek rindu aku, aku siap di telpon kapan saja tapi kalok bebek gak punya pulsa, sms aku juga. Aku pasti telepon. *kalok ada pulsa juga.. ahhaha
Sekali lagi terima kasih untuk kebaikan itu bek. Salam sama Mamak, Bapak, Kakak Endot, Adek yang cowo, Pia, juga kucing yang minum susu prenagen itu, ya J
Semoga sukses untuk kita semua.
Wassalamaulaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Mataram, 7 MEI 2014

09:14 pm

Komentar