Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Aku Mengaku, Aku Khawatir

Aku mengaku, aku khawatir.
Aku sangat teramat sungguh, khawatir.
Aku tidak bisa mengontrol pikiran liarku.  Sungguh, rasanya susah sekali. Sulit sekali untuk tenang, rasanya seperti segala kemungkinan yang bisa saja terjadi, memang akan terjadi.
Aku khawatir, aku takut dia tidak pulang.
Membayangkannya saja sudah membuatku lemas, masih banyak janji yang belum aku tepati padanya. aku tidak bisa tanpa dia.
Padahal dia sudah menunggu sangat lama untuk ini. Padahal semua orang mendukung dia untuk pergi. Padahal, seharusnya aku merasa baik-baik saja.
Aku khawatir. Pokoknya aku khawatir.
Dia sudah terlampau tua.
Itu akar kekhawatiranku. Dia sudah mulai kesusahan dalam berjalan panjang. Mulai mudah merasa pegal ketika aku boncengi dengan motor. Mulai susah makan makanan yang keras. Mulai pelupa atas banyak hal.
Aku khawatir.
Aku yang takut jika dia merasa takut. Dia pernah menangis karena sendirian di rumah. Dia pernah memelukku sangat erat ketika lampu padam.
Semalam adalah kali terakhir aku mendengar…

How Important A Comfortable For Me

Let’s me explain you how important a comfortable for me.
Seorang dosenku pernah bertanya pada kami di suatu kelas, “apa alasan kalian memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seseorang?”.
Hari itu aku menjawab:  kenyamanan.
Mengapa?
Setidaknya, sejauh ini, hal itulah yang membuatku bertahan dalam berbagai kondisi. Walau nyaman yang kumaksudkan tidak mesti mencakup secara menyeluruh pada rana aku berdiam. Selama masih ada hal yang membuatku nyaman, akan kupertimbangkan untuk bertahan.
Aku merasa nyaman dengan diriku, ketika aku memutuskan untuk berhijab dan melakukan apapun yang aku suka. Aku nyaman maka aku bertahan. Aku nyaman dengan kebiasaan-kebiasaanku, itu mengapa aku sangat mencintai diriku.
So simple.
Aku merasa nyaman dengan keluargaku. Kami saling mendukung dan melengkapi. Namun sering pula aku sebal, terlebih pada makhluk bernama adik. Walau rasanya ingin murka, rasa nyaman yang pernah ada dan lebih besar sebelumnya membuatku menetap. Lambat laun rasa nyaman itu membentuk rasa ta…

Aku Pikir Kita Teman

Berharga

Gambar