Karena Bagiku



Karena bagiku, bahagia itu sesederhana dapat mengingat kembali ingatan yang berharga.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana orang yang kau kagumi mengetahui namamu, ya, kau berusaha tak terkejut ketika ia menyapamu.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana hari libur, kasur empuk, internet cepat, camilan, dan musik.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana mematuhi schedule.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana tertawa lepas bersama orang-orang tersayang.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana setumpuk novel, komik, dan film animasi.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana aroma cappuccino hangat, rintik hujan, dan khayalan.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana kau menangkap potret diri sembari tersenyum, ya, kau terlihat bahagia.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana berlarian di pesisir pantai dan  memungut kerang.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana memasak dengan resep abstrak dan enak.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana mencoba hal baru dan merasa beruntung.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana membersihkan kamar dengan headset di telinga.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana bertemu dengan orang-orang hebat.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana dapat membantu orang lain kemudian dia tersenyum.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana full time buat nulis.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana mengagumi seseorang diam-diam.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana mendengar lantunan adzan dan surat cinta Al Quran.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana melihat bunga matahari bermekaran dan dandelion tergelitik angin.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana mendapati lautan menjingga ketika sang surya membuka dan menutup hari.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana memasuki ruangan ber-AC yang wangi dan bersih.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana melihat anak kecil tertawa hingga memejamkan mata.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana aroma sate yang tengah dibakar.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana melihat bintang di malam hari.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana mendengar radio dan tertawa sembari menyetrika.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana dipercaya menjaga rahasia.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana berjalan di halaman sehabis hujan, aku suka aroma tanah basah.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana mengerjakan tugas dengan maksimal.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana dibacakan sebuah dongeng dengan beragam karakter suara.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana penepatan janji.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana mampu membahasakan apa yang selama ini kau pendam  dengan baik, walau kau tahu diam juga sebuah bahasa, namun mengungkapkan selalu lebih menyelesaikan masalah.

Karena bagiku, bahagia itu sesederhana ketika kau menyadari harus memilih satu. Mengutamakan satu. Fokus satu.



Dan sebenarnya, aku tidak pernah paham benar arti sebuah kesederhanaan. 







Yogyakarta



Zulfin Hariani
100220151412

Komentar