Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Bad News and Good News :( :D

Gambar
Assalaamualaikum warrahmatullahi wabarrakaatuh

Hai, aku ingin berbagi kabar sedih dan bahagia nih. Hiks.
Dimulai dari kabar yang mana yaa? Mainstreamnya sih mesti kabar sedih dulu gitu kan, biar ntar bisa dicover sama kabar bahagianya.
Hum..
Karena aku dalam peralihan antar keduanya, aku kabarkan mengenai.. emm.. nganu, aku kabarkan tentang hal yang ngga berkaitan aja deh yaa.
-_- *eh
Misalnya, tentang Uca yang keyboardnya bermasalah, iya, tuts huruf ‘t’nya ngga berfungsi seperti sedia kala. Ini huruf ‘t’ aku bisa tulisin dengan cara manual lho, copas maksudnya. Sedih dan ribet banget kan? Aku berusaha memilih diksi yang ngga ada huruf ‘t’nya. Kebayang ngga dalam tulisan kali ini semua huruf ‘t’nya adalah manual copas gitu? Ihiks. Malah makin banyak huruf ‘t’ ini mah. Jangan dibahas ah. Capek ngopas muluk.
Tapi maunya ngebahas nih, gimana dong?
Jadi cerita awal terjangkitnya tuh pas Mimin olarv.com MnG (Meet and Greet) buat yang kali pertama setelah launching yang heboh banget itu. H…

huruf kecil 3

Gambar
assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakaatuh


hai!
belakangan ini aku suka ngerecord gitu.
yaa, ngga baru-baru ini juga sih sebenernya. emang suka ngerecord sejak doeloe kok. hehe.
nah, postingan kali ini isinya tentang keisengan zulfin hariani merecord suara emasnya. ehem. dibuang sayang, ntar kalo aku simpan di hardisk bakal susah nyarinya lagi kalo lagi pengen dengerin. so, mending aku simpan di sini aja yaaaa :D
uda aku upload di akun sound cloud, ini beberapa linknya:
1. don't you remember (feat mbasin) -> durasi 15 second :p 2. himawari no yakusoku (ひまわりの約束) (15 second) PART 1 :p 3. himawari no yakusoku (ひまわりの約束) (15 second) PART 2 ;p 4. himawari no yakusoku (ひまわりの約束) (15 second) PART 3 ;p 5. only hope (feat mbasin) 6. lapang dada by so7
dan seperti biasa, bakal ada aja noise yang mendampingi record-an itu. seperti temen kosku yang ngebuka pintu kamarlah, suara motor lewat depan koslah, suara cicak dan hapelah. lupa liriklah, ada juga tuh yang ngecover sambil nugas juga buat &…

Ia Adalah Hati

Ada beberapa hal yang seolah melatihku untuk tidak lagi melakukan sesuatu dengan sepenuh hati. Padahal, bukan aku bangetlah jika tidak melakukan sesuatu dengan 100%. Bagus yaa bagus sekalian, jelek yaa jangan.
Satu hal di dunia ini yang belum pernah ada teori pastinya. Kesepakatan mutlaknya dimiliki masing-masing orang tergantung idealismenya. Aku bahkan bingung harus menjelaskannya bagaimana. Ia begitu majemuk, sulit diterka dan sering tidak singkron dengan otak.
Ia adalah hati.
Menurutku, melakukan segala hal harus mendapat persetujuan hati. Itu mengenai kesiapan, kekonsistenan, dan totalitas. Menulislah dengan hati, maka kosa kata untuk membahasakan maksudmu akan muncul dengan sendirinya. Bekerjalah dengan hati, maka lelah tidak lagi terasa. Beribadahlah dengan hati, maka kekhusyu’an akan lebih terjaga.
Juga, mencintailah dengan hati.
Ada banyak hal yang bisa dicintai. Namun tak semua hal bisa mencintai kembali. Terkadang mencintai artinya menerima tidak untuk dicintai. Sering men…

Bapak

Bapak. Aku tahu kau selalu coba untuk menjadi panutan terbaik di keluarga kita. Kau melindungi kami, kau menuntun, kau memudahkan, kau menjadi sangat berharga.
Bapak. Aku sadar benar bahwa keabadian tidak dimiliki makhluk bernama manusia. Aku sadar benar bahwa ada Dzat yang mengatur hidup kita. Aku sadar, benar-benar sadar.
Bapak. Berulang kali kukatakan pada dunia, bahwa kau sosok yang berbeda dari kepala keluarga kebanyakan. Kau sahabat, kekasih, pedoman, sekaligus segala kebaikan di dunia. Aku mempelajari leadership pertamaku bukanlah dari organisasi kebanyakan yang aku ikuti, sekali lagi bukan. Aku mendapatkannya dari cara kau menuntun kami.
Bapak. Hanya saja, aku benar-benar belum paham mengapa selalu merasa takut setiap menyadari memiliki kau. Pak, aku takut sekali kehilangan. Setelah segala hal yang pernah kita lalui dan kita pelajari bersama, aku khawatir ketika melihat perutmu membuncit pun tegapmu membungkuk. Aku khawatir melihat uban-uban dan kerut di wajahmu semakin bert…

Siapa Bilang Waktu Berjalan Lambat?

Gambar
Assalaamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Wah, ga kerasa aku sudah semester 6 (enam) aja sekarang. Aku ingat ketika aku menulis tentang Fospast di blog ini, waktu itu aku masih kelas 3 (tiga) SMA dan masih selalu produktif untuk memosting tulisan setiap hari. Haha.
Siapa bilang waktu berjalan lambat?
Buktinya ga kerasa tuh, udah sampai tahap ini aja akunya. Udah daftar KKN, mau KKL, terus bentar lagi magang, moga dilancarin ngurus skripsi dan persiapan wisuda tahun depan juga. Aih, udah berapa tahun lewat tuh?
Beberapa temanku juga udah ada yang diwisuda, kerja, bahkan menikah. Ini nih kayaknya kehidupan yang lagi dihadapin sama anak-anak kelahiran tahun 1990-an. Iya ngga sih? Terus, kita juga mulai ketemu tuh sama orang-orang yang karakternya ajaib banget. Dari orang-orang yang panikable, galauable, fleksible, cuekable, melankolisable, jorokable, nyebelinable, munafikable, pendustable, sokable, dan able-able lainnya. Entah deh itu ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia atau ngga, ta…

Pemuja Rahasia 4

It’s you. It was always you.
Milikmu, remah roti yang selalu aku kumpulkan Milikmu, jejak yang selalu aku temukan Milikmu, suara yang selalu aku kenali Milikmu, bayangan tempat aku bernaung
It’s you. It was always you.
Aku tak sengaja, memilih remah roti yang kau jatuhkan, di antara remah lainnya Aku tak sengaja, menemukan jejak langkah yang mengarahkanku, pada mimpimu Aku tak sengaja, menangkap signal suara yang buatku terkejut, bahwa itu milikmu Dan sungguh aku tak sengaja, berteduh melipat lutut menekuk tengkuk, di bawah bayang panjangmu
It’s you. It was always you
Sesungguhnya, aku ingin menghindari remahmu Sesungguhnya, kucoba melangkah tak mengikuti jejakmu Sesungguhnya, kucoba mengelabui diri ketika mataku tertutup malam itu, bahwa bukan tengah mendengar suaramu Mengapa kau harus selalu berdiri di bawah cahaya yang kutuju? Sulit melihat bayangku sendiri, tersebab bayangmu ada di sekelilingku Mengapa kau seolah mengirimkanku remahan-remahan itu? Mengapa aku menemukanmu lagi?
Masih…

Kau Pergi

Gambar
Aku masih bisa mendengar langkahmu Di tiap anak tangga yang biasa kita lalui Di lorong antar kamar kita Di depan pintu kamarku
Aku masih bisa mendengar suaramu Ketika kau ceritakan tentang kerasnya hidup Ketika kau memarahiku yang langsung berbaring setelah makan Ketika kita merekam suara untuk mengcover suatu lagu
Aku masih bisa melihat bayangmu Di balik boneka doraemon Di atas dance games Galleria Di cermin dekat rak buku
Ya, seolah kau masih di sini Seolah sewaktu-waktu kita bisa bercakap lama lagi Seolah perpisahan mustahil terjadi Seolah ini semua hanya mimpi
..kau pergi



Yogyakarta


Zulfin Hariani
080320151226

huruf kecil 2

pada sela waktu di hariku, aku berpikir kembali mengenai mendokumentasikan hidup dalam tulisan seperti yang kulakukan ini, pernah terlintas pertanyaan semacam..

...did Ido something useless?
untuk apa?
dulu sih tekad awalnya untuk menjadi tetap hidup. ya, aku ingat dan kini masih sependapat bahwa sebenarnya ada ketakutan dalam diriku ini,  jika-jika suatu hari ketika aku sudah tak ada lagi, aku benar-benar dilupakan. hilang raga bahkan dalam ingatan. itu mengerikan. aku tidak bisa bayangkan.
tulisan menghidupkanku. setidaknya jika seseorang bisa membaca, walau kami tak pernah bertemu, ia tahu aku pernah ada. aku penasaran dengan kehidupan yang dijalani oleh orang-orang di tiap harinya. apa menyenangkan? membosankan? penuh perjuangan? atau apalah itu. aku selalu mencoba menjawab segala pertanyaan dalam diriku. setidaknya ketika aku memikirkan apa yang dilalui orang-orang dalam hidupnya, aku menjawab diriku dengan menuliskan apa-apa yang aku lalui. tidak semuanya menyenangkan untuk dib…