Pemuja Rahasia 4

It’s you. It was always you.

Milikmu, remah roti yang selalu aku kumpulkan
Milikmu, jejak yang selalu aku temukan
Milikmu, suara yang selalu aku kenali
Milikmu, bayangan tempat aku bernaung

It’s you. It was always you.

Aku tak sengaja, memilih remah roti
yang kau jatuhkan, di antara remah lainnya
Aku tak sengaja, menemukan jejak langkah
yang mengarahkanku, pada mimpimu
Aku tak sengaja, menangkap signal suara
yang buatku terkejut, bahwa itu milikmu
Dan sungguh aku tak sengaja, berteduh melipat lutut
menekuk tengkuk, di bawah bayang panjangmu

It’s you. It was always you

Sesungguhnya, aku ingin menghindari remahmu
Sesungguhnya, kucoba melangkah tak mengikuti jejakmu
Sesungguhnya, kucoba mengelabui diri ketika
mataku tertutup malam itu, bahwa bukan tengah mendengar suaramu
Mengapa kau harus selalu berdiri di bawah cahaya yang kutuju?
Sulit melihat bayangku sendiri, tersebab bayangmu ada di sekelilingku
Mengapa kau seolah mengirimkanku remahan-remahan itu?
Mengapa aku menemukanmu lagi?

Masih, tetap, kau
Seseorang yang begitu kukagumi namun juga berusaha kuhindari


It’s you. It was always you there
Everywhere




Yogyakarta


Zulfin Hariani

080320151240

Komentar