Terimakasih Telah Menyelamatkanku

Terimakasih telah menyelamatkanku.

Padahal, aku sepenuhnya sadar telah berbuat salah. Aku tahu benar bahwa aku akan menyesal jika mengikuti egoku. Aku dapat merasakan garis finish semakin dekat, namun aku tetap memilih pura-pura tak paham.

Terimakasih telah menyelamatkanku.

Karena sesungguhnya jika kau ingin tahu, sosok beku seperti aku tak mudah diakali. Aku tak menangis menonton serial drama korea ataupun reality show, aku bahkan mampu menyumbat tanpa menyentuh telinga atas ucapan menyakitkan, lalu melupa. Aku justru membangkang ketika dipecut.

Aku ingat, seseorang pernah melakukan hal yang sama padaku dulu, persis seperti apa yang kau lakukan tadi. Padahal tak ada drama, tak ada cacian, dan tak ada pecutan. Tapi mampu membuatku tersedu hingga hilang suara.

Aku tersedu karena kesalahan besarku  kau maafkan bahkan sebelum aku memintanya. Walau nyatanya aku tidak dapat memaafkan diriku sendiri yang telah berlaku demikian padamu.

Aku tersedu karena kau tersenyum, lalu menepuk bahu dan ubun-ubunku. Kau mengucapkan kata-kata yang juga pasti kupilih untuk ‘menyelamatkan seseorang’ jika sedang di posisimu, kau lakukan itu dengan tulus dan merendahkan diri. Kau telah mengijinkan aku untuk menjadi egois semampuku, sejahat yang kubisa, setidakbertanggungjawab yang pernah kupikir. Mengapa kau tak marah? Kau malah tertawa, dan karenanya aku tersedu sepanjang jalan pulang.

Sekali lagi, terimakasih telah menyelamatkanku.

Aku tak habis pikir jika keputusanku untuk hari ini tak kunjung datang, mungkin, aku akan menjadi pecundang terpayah yang pernah ada. Walau aku yakin tak terlahir sebagai pecundang setelah apa-apa saja yang pernah kulewati dalam hidup ini, terlalu konyol.

Nyatanya, aku hanya tengah ketakutan pada ketakutanku sendiri. Terimakasih telah menempatkanku pada posisi ini, yang mungkin jika tidak, aku tak akan melangkah sejauh ini. Aku bisa merasakan dan menyerap segala hal yang tak pernah kubayangkan. Tentang betapa rasa cinta dan peduli bisa membuat seseorang menguat sekaligus melemah.




Yogyakarta


Zulfin Hariani
080520150048

Komentar