Mantra

Jadi, mantra apa yang seharusnya dirapalkan oleh seseorang yang selalu terjebak, kemudian terbiasa, lalu lelah?

Mantra apa yang paling cocok, untuk seseorang yang sejak awal telah mengetahui akhir dari sebuah cerita yang akan ia jalani?

Ia pernah, sering, terjebak, pada sebuah pertemuan dengan orang-orang yang kemudian begitu berarti dalam mengisi hari-harinya.

Ia terbiasa, dengan siklus yang dimulai dengan menyesuaikan diri perlahan, kemudian akrab, lalu dipaksa untuk menerima kenyataan atas perpisahan.

Ya, ia kerap terjebak dalam siklus semacam itu: terbiasa untuk akrab kemudian melupa perlahan.

Rasanya?

Hampir tak berasa, lagi.

Ya, ia nampaknya mulai lelah. Dengan alur roda yang melulu membawanya pada titik serupa tiap kali berputar.

Ia lelah: untuk memulai sesuatu yang ia sadari akan berakhir secepatnya.

Yang ia mau sekarang, adalah memutus lingkar dari sisi roda. Roda PERNAH berputar, dan sekarang sudah waktunya, lintasan lurus untuk MAJU sampai ke depan.




…dan sepertinya, memang. Tak pernah ada mantra yang pas untuk dirapalkan, atas kekejaman membunuh hujaman rindu.





Yogyakarta



Zulfin Hariani
300820152223

Komentar