Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015

huruf kecil 6

masih tentang aku, kamu, dan diam-diam masih tentang hari-hari perjumpaan kita yang terlihat biasa dan wajar sama seperti bagaimana orang lain menjalani harinya
merasakan kamu datang di balik pintu lalu mengetuk berulang-ulang artinya, aku harus belajar membuka pintu terkunci yang engselnya patah entah sejak kapan
ada pintu baru yang satu-satu kuncinya kau berikan padaku kau katakan boleh kusimpan ataupun buang : semauku
lalu kau mulai selipkan percakapan-percakapan yang menjelma bahwa nyatanya kita tak saling berhak melarang pergi sukar memungkiri rasa terlampau bahagia, bila di sisi semacam ingin memperjuangkan sesuatu bersama sadar, seperti selamanya merasa tak pantas memulai kemudian gelisah sebelum tidur mencari kabar
kita, saling menunggu dalam diam
ada ingatan yang berputar-putar tentang sepanjang jalan yang pernah kita lewati ia adalah saksi, di pagi kita, siang kita, sore kita, malam kita ada bisikan debar dinding-dinding bisu sentuhan leleh embun beku di penghujung hari ten…