Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Kita Tak Pernah

Gambar
Pada akhirnya, siapapun dia Si Terkuat itu: akan lumpuh bersama rindu.
Aku mendengarnya. Ketika pantai kudatangi lalu ombak menderukan suaramu. Bersama angin, gulungannya membisikkan namamu. Seharusnya aku paham dengan segenap ilmu yang kupunya, bahwa tidak hanya ada satu pantai di dunia.
Tapi, aku merasakannya. Ketika pasir menyentuh epidermisku. Ada hangatmu bercampur dengan sunset di sana. Otakku mengingat, kulitku mengingat. Seolah pernah ada jejakmu yang terhapus ombak di bawah telapak kakiku.
Sekali lagi, aku melihatnya. Ketika sepasang muda-mudi berlarian memecah ombak. Ada bayang kita di sana. Ada pekikkan yang bersahutan, tawa yang lepas, percikan air asin yang nakal—menyentuh ujung bibir tiap kita.
Padahal detik, jam, hari, tahun, telah banyak berlalu. Tapi apa yang kurasa tiap melihat pantai, adalah kamu. Itu selalu berulang, hingga membawaku ke batas ambang terbiasa.  
Karena hari ini, aku melihat hamparan kebebasan bersama karang-karang menjulang: membawaku terbang.

Apa k…