What is Love?

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh


Hari ini aku ngga masuk kerja. Kenapa? Karena satu hal yang memang ngga bisa aku lawan/tahan malah kejadian. Apalagi kalau bukan sakit perut, rasanya mending luka sampe berdarahdarah aja deh ketimbang sakit perut. Walau luka, aku pasti tetep belabelain berangkat. Masih bisa ditahan--kayaknya. Dih, kok jadi syerem amat yak? Wkwk. Ngga ding, ga mau juga ah sampe luka-lukaan. Wkwk. Yaa pokoknya gitu deh. Skip.


Hari ini aku mau bahas tentang membaca, tepatnya, apa yang aku baca. Kenapa bahas ginian? Yaa karena pingin ajah. Halah. Ngga ding, yaa karena menurutku, membaca adalah hal yang menyenangkan. Bahkan rasanya aku lebih suka baca ketimbang nulis malah. Duh. But, seriously, I really interested to know how people see this world. How people get value to every history. How people tell anyone what's they feel. How people can explain what they see with their brain and heart.


Ada salah satu artikel yang aku temukan hari ini. Materinya ringan, bahasanya mudah dimengerti. Tapi, ketika aku ngebacanya, rasanya seperti mengulang kembali buku-buku yang pernah aku baca. Rasanya,  seperti membelah-belah qolbu. Entah deh. Semacam pengertian yang hanya bisa dimengerti oleh pemahaman.


Artikel itu tentang cinta.


Terdengar mainstream? Haha. Waktu aku baca judulnya pun, aku mikirnya gitu. 


Tapi kok aku tetap baca? Berangkat dari pemikiran kalo penjelasan tentang cinta bagi tiap orang mesti beda-beda, yaa walau aku percaya aja sih kalo maksud yang mau disampaikan itu sama. Cinta yang mau dijelaskan ngga beda. Rasa yang dirasain sama, cuman pengemasannya yang beda. Ada lho beberapa pengertian cinta yang pake analogi ngga pas sehingga pengertiannya jadi ngga kesampaian secara sempurna. Nah, artikel yang bakal aku sisipkan berikut ini--tentu dengan perubahan seperlunya, menurutku cukup mewakilkan pengertian cinta versi aku. Halah. So, what is love? Apa itu cinta?


Cinta adalah ketika Ali berbaring tidur menggantikan Rasulullah SAW di kasur Nabi, padahal dia tahu bahwa sekelompok orang telah berkumpul untuk membunuh beliau, dia juga tahu bahwa dia mungkin saja bisa tewas di kasur yang sama.


Cinta..
Adalah Bilal, ketika dia tidak lagi mengumandangkan azan setelah Rasulullah SAW wafat, lalu mengumandangkan azan lagi atas permintaan ‘Umar saat penaklukan Baitul Maqdis. Tidak pernah terlihat tangisan yang begitu membahana sebelumnya, saat Bilal mengucapkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullaah”.


Cinta..
Adalah Abu Bakar yang mengatakan: “saat kami berhijrah, aku heran dengan munculnya susu yang tercampur air, lalu aku berikan susu tersebut kepada Rasulullah, dan aku katakan: “Minumlah wahai Rasulullah” Abu Bakar mengatakan: “Maka Rasulullah pun minum sehingga hilanglah dahagaku”.


Cinta..
Adalah Zubair yang mendengar kabar terbunuhnya Rasulullah, lalu dia pun keluar dengan menyeret pedangnya di jalan-jalan kota Makkah, padahal usianya baru 15 tahun. Agar pedangnya menjadi pedang pertama yang terhunus dalam sejarah Islam.


Cinta..
Adalah Rabi’ah bin Ka’b saat Rasulullah SAW bertanya kepadanya “apa yang kamu butuhkan?” Rabi’ah pun menjawab: “aku meminta agar aku bisa mendampingimu di surga”.


Cinta..
Adalah Tsauban ketika Rasulullah SAW bertanya kepadanya: “apa yang membuat warna (wajahmu) berubah?” lalu Tsauban menjawab: “aku tidak sakit dan terluka, hanya saja jika aku tidak melihatmu aku menjadi sangat merindu kesepian sampai aku bertemu denganmu”.


Cinta..
Adalah ketika Abu Bakar AS-Shiddiq berkata kepada Rasulullah SAW sebelum memasuki gua (Tsur): “Demi Allah, janganlah engkau masuk sampai aku masuk terlebih dahulu, jika ada sesuatu di dalam gua ini maka akulah yang terkena bukan engkau”.


Cinta..
Adalah Abu Bakar yang menangisi Rasulullah SAW ketika tampak tanda-tanda telah dekat kewafatannya, lalu Rasulullah menenangkannya: “Janganlah kamu menangis! Jika saja aku boleh menjadikan seseorang kekasih dari golongan manusia, aku pasti menjadikan Abu Bakar kekasihku”.


source: @dakwahislamid



Wassalam



Townsite



Zulfin Hariani
281220152123




Komentar

Posting Komentar