Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Seperti Bunga Matahari

Gambar
Kemarin kamu datang terlambat
Hari dingin terasa begitu panjang Tiada terang Tiada hangat
Apa yang bisa dilakukan oleh, seorang aku? Yang terbiasa selalu mengikutimu Menatapmu sepanjang hari Hanya menatapmu Hanya kamu
Kudengar tawa kumbang di samping telingaku Kuhirup wangi serbuk sari yang mendekat Megahnya  gemintang tak mampu angkat wajahku Setiap waktu angin mencoba ubah arah pandangku Tapi yang bisa kulihat hanya kamu Tapi yang selalu kutatap hanya kamu Karena yang kubutuhkan hanya kamu
Hari cerah tak berawanmu adalah bahagiaku Olehnya, walau hanya dari jauh Yang kutuju hanya kamu Yang kutunggu hanya kamu Kamu, bahagiaku
Hari ini, kamu tidak datang Aku paham karena mendung harimu semakin panjang Kamu hilang Aku tak punya tujuan
Jadi, sungguh, apa yang bisa dilakukan oleh, seorang aku? Yang terbiasa selalu mengikutimu Menatapmu sepanjang hari Hanya menatapmu Hanya kamu Hanya kamu Hanya kamu
Lukaku datang darimu Gugur helaiku karena kamu Tunduk dalamku tersebab kamu Pulanglah, aku b…

Meet Up!

Gambar
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Yeay! Kemarin, Senin 28 Maret 2016.
Eresa, salah seorang sahabatku waktu masih di Pare dulu berkunjung ke Jogja. Eh, tepatnya dia datang 2 hari yang lalu sih. Baru sempat meet up kemaren maksudnya.
“Mba Fifin di mana? Aku di kantor DPM” begitu isi BBMnya ketika aku tengah makan siang di Olive. Hari ini aku ngasdos 2 kelas aja. Lumayan cepet, ngga sampe sore. Rencananya, aku emang mau ke kampus lagi. Mau memindahtangankan buku bendahara ke anggota Kumis (Komunitas Menulis) yang baru. Dan juga, rencananya sekitar jam 16:30 hari ini ada kelompok mahasiswa yang mau konsultasi.
Kupercepat suapan demi suapan, makan siang kali ini rasanya bahagia. Haha. Sudah lama sekali rasanya tidak ketemu sama si Eresa ini. Sebulan sebelum magang, kali terakhir kita ketemu, di perpisahan dalam tangis meninggalkan Pare. Halah. Intinya, setelah memindahtangankan buku bendahara, aku langsung cus ke kantor DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) untuk menemui Eresa.
Dia …

Fifin Ngilang? Ngga Kok, Dia Lagi Ngasdos.

Gambar
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakaatuh
Ada yang lihat Fifin? Dia kemana yah? Kok kayak ngilang gitu? Ish, mana Fifin yang dulu? Mana Fifin yang suka ngupdate blog? Mana Fifin yang idupnya ga tenang kalo kurang nulis? Mana? Mana?
Oh well..
Itu tadi suara-suara yang menghantui Cerebrum dan Cerebellumku, bahasa gampangnya: otakku. Pas bangun tidur, pas mau tidur, pas ngga lagi tidur, pas niat mau tidur, pas ngga mau tidur, eh, ini kok banyak banget kata ‘tidur’nya? Duh, ketahuan, aku emang lagi ngantuk sekarang.
Mau ngeles lagi?
Nope. Aku cuman mau jujur. Cuman mau ngasitau fakta yang sebenar-benarnya. Halah. Penting banget ga sih? Wkwk.
Sehabis magang kemarin, rencananya aku mau ‘lunasin’ hutang nulis yang numpuk sejak berabad-abad lalu. Eh, aku lahir di abad keberapa emangnya? Umurku uda ratusan dong? Kayak lapisan waffer tanggo. Berapa lapis? Ratusan! Lebih!. Duh, apaan sih ini, jadi ngga fokus. Delete ngga yah? Ah, males mencet backspace, bomat, pokoknya, malem ini harus nulis …

Kamu Sendiri

Gambar
Pada akhirnya, kamu adalah satu-satunya orang yang akan berjuang. Sendirian. Berletih, berpeluh, putus asa, menangis, ingin menyerah, bangkit, sendirian.
Iya, kamu. Kamu sendiri. Dengan segala tekad dan usahamu. Dengan segenap ambisi dan ihtiarmu. Kamu berdiri di atas lutut, memaksa melangkah, memberanikan diri, melawan rasa takut, bertanya berulang-ulang seperti orang bodoh. Kamu begadang, kamu ingin berikan yang terbaik, kamu mencoba segala kemungkinan.
Walau sering pula rasanya malas luar biasa,  kamu hanya tiduran saja seharian. Tidak ada yang menghentikan tindakan konyolmu, tidak satupun, bahkan dirimu sendiri, yang sejatinya paham itu salah dan seharusnya melakukan hal yang benar.
Rasa sadar dirimulah, yang nantinya mengetuk bilik-bilik malas, yang dengannya kau tergerak walau hanya untuk sekadar mengingat tujuan utama. Kau mulai gundah karena beban mental dari harapan orang-orang yang mempercayakan dirimu menyelesaikan tanggung jawab ini.
Mereka, adalah orang-orang yang mengij…

Untuk Berada di Dekat Kamu Saja

Gambar
Seandainya kita bisa memilih untuk dekat dengan siapa, untuk didekatkan dengan siapa, untuk berada di dekat siapa.
Seandainya kita bisa tahu, kita seharusnya dekat dengan siapa, siapa yang menguntungkan kita, siapa yang memudahkan urusan kita.
Mungkin indahnya rasa menyesuaikan diri dan, bertanya-tanya tentang kecocokan, tidak semendebarkan ini.
Mungkin rasa terkejut dan tak menyangka yang, begitu membelalakkan mata hingga kehabisan kata pun, tidak akan pernah sehebat ini.
Mungkin kisah hidup menjadi, tidak semenarik ini.
Seandainya aku bisa memilih untuk dekat dengan kamu, didekatkan dengan kamu, untuk berada di dekat kamu saja.
Mungkin aku tidak bertemu dengan dia, tidak dekat dengan dia, tidak berada di dekat dia, tidak tahu bahwa hidup di lingkarannya, begitu menyenangkan.
Seandainya aku bisa tahu, aku seharusnya dekat dengan kamu atau dia, siapa yang lebih menguntungkan aku, siapa yang lebih memudahkan urusanku.
Mungkin aku tidak akan menutup, satu kelopak mata saja pada kamu, dia…