Kamu Sendiri



Pada akhirnya, kamu adalah satu-satunya orang yang akan berjuang. Sendirian. Berletih, berpeluh, putus asa, menangis, ingin menyerah, bangkit, sendirian.

Iya, kamu. Kamu sendiri. Dengan segala tekad dan usahamu. Dengan segenap ambisi dan ihtiarmu. Kamu berdiri di atas lutut, memaksa melangkah, memberanikan diri, melawan rasa takut, bertanya berulang-ulang seperti orang bodoh. Kamu begadang, kamu ingin berikan yang terbaik, kamu mencoba segala kemungkinan.

Walau sering pula rasanya malas luar biasa,  kamu hanya tiduran saja seharian. Tidak ada yang menghentikan tindakan konyolmu, tidak satupun, bahkan dirimu sendiri, yang sejatinya paham itu salah dan seharusnya melakukan hal yang benar.

Rasa sadar dirimulah, yang nantinya mengetuk bilik-bilik malas, yang dengannya kau tergerak walau hanya untuk sekadar mengingat tujuan utama. Kau mulai gundah karena beban mental dari harapan orang-orang yang mempercayakan dirimu menyelesaikan tanggung jawab ini.

Mereka, adalah orang-orang yang mengijinkanmu untuk bertanggung jawab pada pilihanmu sendiri. Tak pernah mengekang, tak pernah terlambat, selalu mendukung. Kau takut mengecewakan, namun bingung harus menaiki anak tangga yang mana, untuk bisa sampai di puncak.

Pada akhirnya, kamu adalah satu-satunya orang yang akan berjuang. Sendirian. Berletih, berpeluh, putus asa, menangis, ingin menyerah, bangkit, sendirian.

Iya, kamu.

Kamu sendiri.





..mungkin dengan begitu, sujud di akhir rekaatmu bisa lebih lama




Komentar

Posting Komentar