Kepada Wanita Di Balik Layar

Kepada wanita di balik layar.

Dengan tulus kuungkapkan, aku begitu menyayangimu. Lebih. Lebih dari apa yang kau lihat, dengar, dan rasakan. Aku sungguh-sungguh mengasihimu.

Sama halnya dengan banyak harga mati pengorbanan yang kau sembunyikan—aku bisa merasakannya, begitu pula rasa cintaku padamu.

: yang tersembunyi jauh lebih banyak dari yang terlihat. Yang kupendam jauh lebih besar dari yang kutunjukkan.

Memandangimu, bahkan dalam khayal, mampu membuatku jatuh hati ribuan kali setiap hari. Memutar memori tentang nasihat mendalam, ketulusan yang nyata, keikhlasan yang sempurna, kesabaran yang tak terbatas, yang kemudian selalu bisa menggerakkan hati ini memohon pada Tuhan demi kemuliaanmu.

Kepada wanita di balik layar.

Aku sungguh tengah bertarung dengan rindu atasmu malam ini. Aku mengingat hari di mana kau ajarkan menggoreng telur mata sapi. Kau katakan api kompor jangan terlalu besar, kau ajarkan cara menabur garam yang telah dihaluskan--hari itu garam halus di dapur kita tengah habis, pun aku ingat minyak goreng yang kugunakan saat itu nampaknya terlalu banyak, kau hanya tersenyum. Aku ingat saat kau menyisir rambutku setelah keramas, memotong poni, menjahitkan badge di seragam sekolah dengan jari ketika mesin jahit kita rusak.

Kepada wanita di balik layar.

Maaf, jika aku tidak banyak menulis tentangmu. Bukan karena apa-apa, hanya saja, rasanya aku selalu dikalahkan dengan luapan emosional ketika ingin menggambarkanmu. Banyak hal yang bergerak di otak ini, yang memorinya lebih dulu sampai di pelupuk mata bukannya jari. Sejujurnya, aku selalu mencoba untuk menulis beberapa hal tentangmu, namun tak pernah selesai. Di hari kita akan berjumpa nanti, akan aku ceritakan bagaimana rasanya, dikalahkan rindu hingga lumpuh, terkuai bersama beribu kata yang entah mengapa menjadi begitu susah untuk dirangkai secara teratur dan benar.

Kepada wanita di balik layar.

Aku sedih. Mengingat kau yang bertahan pada sepi. Aku tahu benar kau begitu suka bercerita tentang banyak hal. Aku paham betul betapa kau suka menanyai pendapat tentang apa yang akan engkau lakukan. Aku sedih, melihatmu memilih untuk kalah saja. Padahal aku tahu benar bahwa kau begitu kuat tak terkalahkan. Namun, oleh berjuta alasan yang tak pernah kumengerti, mengapa seseorang yang begitu cerdas sepertimu, mau berkorban begitu dalam. Kecerdasanmu selalu tak mampu kulampaui.

Mengenai apa yang orang lain lihat ada pada kita, mereka sungguh tidak tahu ada berapa banyak belati yang kita coba cabuti dalam jantung rindu setiap waktu. Mereka memuji, terpesona, mengagumi, tentang betapa indah kedekatan kita dalam jarak. Mereka iri, mereka merasa ingin seperti kita. Sungguh, di tiap kata puji yang mereka ungkapkan terdengar seperti namamu di telinga ini. Selalu ada kamu, di ruang-ruang keberhasilan kami.

Kepada wanita di balik layar.

Aku paham benar mengenai jiwamu, betapa bebas ia memandang dunia dan ingin mencoba untuk melakukan banyak hal. Tapi kini, (lagi-lagi) dengan alasan yang belum bisa kumengerti, kau memilih menjadi wanita di balik layar saja. Ya, benar-benar di balik layar sepanjang waktu. Engkau memperhatikan aku, adik-adik, dan bapak dalam adegan yang kau arahkan. Kau menutrisi kami, mengontrol kesehatan kami, merawat suasana menjadi hangat setiap saat. Kau melepas pekerjaan yang telah lama kau dambakan sejak di bangku sekolah dulu, kau menuntaskan hal-hal yang tak mampu kami selesaikan dalam waktu bersamaan. Kau selayaknya alarm, mengingatkan segala kemungkinan agar tidak menjadi alpa. Kau tumbuhkan sayap-sayap kami, lalu kau lepaskan, biarkan kami menyembuhkan jiwa yang haus ilmu sedang kau mejaga sarang untuk kami kembali.

Aku tidak ingin melupakanmu. Entah apapun yang terjadi di depan sana, yang pasti, aku akan selalu datang padamu. Mengajakmu mengepakkan sayap bersama untuk melihat apa yang telah aku temukan. Aku sungguh mencintaimu. Aku sungguh mencintaimu. Aku sungguh mencintaimu, Mama.

Kepada Mamaku, sang wanita hebat di balik layar.

Bersabarlah. Aku berjanji tidak akan lama lagi. Ada kehidupan baru yang akan dibawakan oleh aktor-aktor terbaikmu di sini. Yang dengan bangga akan berkorban apa saja untukmu hingga tidak ada lagi jarak pun waktu yang bisa memisahkan kita. Doaku selalu untukmu.


Dari aktor gadismu yang rindunya sedang berserakan.


Zulfin Hariani



Yogyakarta
240420160022


Komentar