meaningless

jika masih engkau
duduk dekat pintu hingga
senja tutup hari untuk
tungguku pulang
.
walau selalu engkau
temukan aku tak jua
datang
.
namun tetap engkau
pilih ulang hari dengan
buka pintu dan
harap aku kembali
.
jika masih, selalu, tetap engkau
seperti itu
namun masih, selalu, tetap aku
seperti ini
.
maka satu-satunya hati yang
akan sepi hanyalah
dia yang lebih dulu
berhenti
.
.
.
.
e4.101, fisipol

zulfin hariani



Komentar