Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Perpisahan dan Secangkir Kopi

Gambar
Jadi, perpisahan itu harus menyakitkan ya?
Sebuah tanya yang aku simpulkan setelah berbincang panjang dengan sahabat semalaman. Dia bercerita tentang betapa melupa itu tidak mudah, terlebih atas kehadiran seseorang yang pernah mengisi palung di hatinya. Terlalu dalam. Hingga jadikan hidupnya tidak seimbang, menjadikan hari-harinya menghitam perlahan.
Awalnya, mereka bertemu dan berkomitmen dengan begitu sopan. Menjalin hubungan begitu baik, hingga berpisah tanpa meninggalkan kebencian. Padahal detik, hari, bulan, tahun, sudah banyak berlalu. Tapi kosong yang pernah ada tak kunjung menjadi biasa. Memori lama selalu memiliki celah, untuk mengunjungi beberapa ingatan yang bahkan mampu mendorongnya bertindak tak biasa.
Jadi, perlukah? Suatu yang menyakitkan hadir, sebagai pemisah yang mudah merenggangkan simpulan hati?
Untuk dia, benar-benar perlukah? Sebuah perpisahan yang menyakitkan demi kebaikan jangka panjang?
Cukup masuk akal sebenarnya, karena ketika yang telah lalu memang baik-baik…

Padahal, Menyerah itu Mudah

Gambar
..padahal, menyerah itu mudah.
Iya, kalau aku pikir-pikir lagi, aku bisa memilih tidak bersusahpayah akan sesuatu. Aku bisa memilih tidak mencoba lebih jauh akan sesuatu.  Aku bisa memilih tidak memaksakan diri akan sesuatu. Ya, menyerah itu mudah.
Aku hanya perlu duduk diam, tiduran seharian, makan apa saja, mendengar musik seharian, menghabiskan waktu dengan gadget, dan banyak lagi untuk tidak memperjuangkan sesuatu. Aku bisa saja menyerah. Aku bisa saja, ah tentu saja.
Apa sih yang sulit dari menyerah? Yang kau butuhkan hanya ‘berhenti’. Merelakan. Melupakan. Pun itu adalah tindak yang hemat akan energi.  Tidak perlu merasa capai, tidak usah merasa tertekan, tidak sampai merasa berdarah atas luka yang kasat mata.
Iya, padahal menyerah semudah itu.
Tapi, mengapa aku tetap seperti ini?
Aku memilih untuk rela bersusahpayah untuk mendapatkan yang aku mau. Aku ingin mencoba lebih jauh, hanya untuk melihat sejauh mana apa yang bisa aku lakukan. Aku kadang memaksa, yas, Itry to break my li…