Dear My Future Son



Welcome world, little boy!

Ketika mama menulis ini, mama tengah berada di penghujung tahun 2016. Tahun ini sepertinya tahun yang paling berat buat mama—sejauh ini, karena banyak sekali hal yang terjadi. Mungkin di suatu hari ketika kamu membaca ini lagi—setelah berulang kali, kamu akan mengerti betapa mamamu ini ternyata begitu mudah merasa tidak nyaman atas perubahan-perubahan yang terlalu signifikan. Haha. But, looks, I made it!

Kamu akan terlahir di era yang tidak mudah. Lingkunganmu mungkin tidak sekondusif di era mama. Orang-orang bisa terlihat sangat baik di hadapanmu, tapi kamu tidak pernah tahu jika mereka hanya mempedulikan asumsi sendiri, merasa paling benar. Orang-orang mungkin akan memamerkan apa saja yang mereka punya, entah yang perlu kamu ketahui hingga sesuatu yang tidak penting sama sekali. Hati-hati, dan jangan kecewa jika ternyata mereka hanya menilai kamu dari luar saja. Segala kebutuhanmu mungkin akan tercover fasilitas yang lebih canggih dibanding era mama, maka kamu tentunya harus lebih bijak menggunakan itu semua kan?

Kamu adalah laki-laki. Suatu hari nanti, kamu akan memimpin keluargamu sendiri. Menyadari hal itu, mungkin kamu akan selalu merasa tidak cukup siap dalam mengambil keputusan yang besar. Terlebih, kamu mungkin akan merasa bingung dengan teman wanita sebayamu yang seolah lebih dulu dewasa dalam pemikiran. Hahaha, don’t think too much, darling. Kamu mungkin akan lebih banyak membahas hal ini pada bapakmu kelak. Tentu, dia pasti lebih tahu hingga mampu taklukan mamamu yang rumit ini. Tapi, jika kamu ingin mengetahui sesuatu dari sudut pandang wanita, mama bisa berbagi cerita apa saja padamu.

Wanita sebenarnya hanya butuh kepercayaan. Percayakan pada mereka, bahwa mereka bisa menjaga diri mereka sendiri. Percayakan pada diri mereka, bahwa mereka juga bisa bertanggungjawab atas keputusan mereka sendiri. Jangan percaya jika ada seseorang yang mengatakan, “wanita itu suka dimanja”, “jangan mau sama perempuan yang terlalu pintar!”. Karena  biasanya yang ngomong kayak gitu cuma 2 tipe orang: 1). Wanita egois; dan 2). Laki-laki minder.

Jangan menjadi laki-laki yang suka menguji ketangguhan wanita. Menggoda dan berkata manis yang sama hampir pada mereka semua. Tidak masalah jika kamu memiliki banyak teman wanita, itu bagus untuk memperkaya sudut pandangmu atas berbagai sisi kehidupan. Tapi, ingat. Kamu harus paham batasan-batasan untuk menjaga martabat dirimu juga. Laki-laki tidak harus menurunkan martabat mereka untuk mendapatkan yang mereka mau, kamu juga pantas dihargai.

Mama dan bapak akan membekalimu dengan ilmu-ilmu agama sejak kecil. Sejak dalam kandungan kalau perlu. Sejak jadi embrio deh. Atau sejak sperma bapakmu on the way ke ovarium mama sekalian. Hahaha. The point is, agama itu penting. Mungkin kita akan ngaji bareng setiap selesai sholat magrib berjamaah, kamu bisa nyetor hapalan ke bapak, atau ke mama aja kalau bapak sibuk. Kami pastikan iman kamu kokoh dulu, untuk selanjutnya kamu boleh ke mana saja untuk menimba ilmu, sesukamu.

Kita mungkin akan punya perpustakaan kecil di rumah, mama akan mulai mengoleksi buku yang tidak hanya mama sukai mulai sekarang. Tapi juga buku yang kira-kira membentuk karakter yang baik untukmu. Luaskan wawasanmu, nak. Lahap banyak buku dan bertemulah orang-orang hebat. Kelak, kamu akan menjadi kebanggan mama dan bapak, lalu kita bersama-sama memajukan daerah tempat kita tinggal. Yang tentu saja, mama belum tahu dimana tempat itu sekarang. Hehe.

Be happy, travel often, help people, be a good leader, love more.

Suatu hari, mungkin kamu akan menyakiti orang lain. Juga, seseorang mungkin akan menyakitimu. It’s okay, don’t worry. Mom and Dad will always beside you. Dad will show you how to be a man. You will find someone you love and marry her. Treat her well, as well as we did to you.

Life happens. Learn from it. You could be strong and brave.



..karena kamu harus menjadi generasi yang lebih baik dari mama dan bapak




See you, little boy.


Yogyakarta


Mom
101220161455

Komentar

Posting Komentar