Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Kepada Seseorang yang Hatinya Terkunci

Gambar
Kepada seseorang yang hatinya terkunci,
Aku tahu ramai yang kau rasa tidak pernah benar-benar nyata. Kau bertemu dengan banyak orang, berbagi cerita dan belajar sesuatu dari mereka. Kau berjalan sampai jauh, terkadang berkawan namun tak masalah sendirian. Kau menertawakan sepimu. Kau menyadari gundahmu. Kau tahu apa yang kau butuhkan, tapi tidak pernah benar-benar ingin mendapatkannya. Kau mencoba mengalihkan rasa sepi, bertemu orang-orang baru, mencoba menekuni hobi, lebih mendekatkan diri pada Tuhan, atau bahkan  justru berjalan semaunya tanpa arah secepat yang kau bisa. Kau kerap tidak bijak mengontrol pengeluaran, sebabnya kau terus berputar pada  roda yang sama atas nama pengumpulan harta. Kau bahkan sadar sepenuhnya atas apa yang kau lakukan, namun kau hanya ingin kaburkan luka dengan banyak kebahagiaan.
Kepada seseorang yang hatinya terkunci, sejak lama,
Bukannya kau tidak pernah mencoba, membuka kunci hati dengan mereka yang nampaknya menjanjikan kebersamaan. Bukannya kau menut…

I Remember It All Too Well

Gambar
Aku tidak ingin engkau menghilang dari ingatanku.
Semakin hari, aku semakin takut engkau benar-benar pergi, seperti ragamu yang tak lagi bisa kutemukan hangatnya.
Semakin hari, aku semakin takut melupa, bahwa aku pernah memiliki seseorang yang begitu berharga. Walau ada namamu di tiap doa yang kutitipkan pada Tuhan kita, tetap saja aku takut kau benar-benar pergi dari ingatan ini. Jika benar jarak terjauh dengan seseorang adalah ketika dilupakan, maka aku mungkin benar-benar bodoh jika sampai sejauh itu darimu.
Kau nyata. Kau pernah ada. Kau pernah hidup. Aku bisa merekam senyummu. Aku ingat tiap kerut di pipimu. Aku masih dapat mendengar suaramu menyebut nama belakangku. Aku masih hafal aroma tubuhmu. Tiap gerak tubuhmu, ayunan tangan dan kaki, mata yang tertutup ketika bersin, merahnya hidung tersumbat ketika pilek, telinga yang juga menjadi memerah ketika terus-menerus kau garuki, lalu mulut yang mengunyah ketika kita makan bersama, pipi yang tertarik ketika engkau tertawa. Rambut…

Sampai Kapan

Gambar
Then, he asked me, “sampai kapan?”
In the short way, I’ll say, Sampai kamu merasa yakin pada dirimu sendiri atas aku. Sampai aku merasa yakin pada diriku sendiri atas kamu. Sampai kita berdua benar-benar yakin satu sama lain.
In the long way, I’ll say, Sampai kamu bisa melihat sisi terburuk dalam mengagumiku, namun tetap memilih menerimanya. Sampai kamu bisa mendengar berjuta penolakan atasku dalam dirimu, namun tetap menemukan alasan menerimanya. Sampai kamu bisa rasakan berkali-kali jatuh dan terjerembab, namun masih mampu memaksakan kaki untuk berdiri hingga berlari. Sampai kamu bisa melihat mimpi-mimpi terburuk yang mungkin saja terjadi, namun mampu terbangun dan membentuk mimpi yang baru. Dan, begitu pula berlaku padaku atas kamu.
Or, in the other words, I’ll say, Sampai kamu selalu mengharapkan kehadiranku dihari-hari selanjutnya. Sampai kamu cukup percaya diri untuk bertukar ilmu tanpa ragu denganku. Sampai kamu ingin menjalani hari terang dan gelap bersamaku. Sampai kamu merasa be…