Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Hai!

Gambar
HAI!
Jadi, ceritanya aku lagi bongkar-bongkar hardisk gitu yakan. Eh terus nemu beberapa tulisan yang bikin aku bergumam, “eh ini uda kelar lama kok ga langsung aku posting yak dulu?”
Dan, yaa emang sih. Sejak nulis menjadi kebutuhan, ngeupload bukan lagi hal yang kayaknya kudu disegerakan gitu. But, sejak kejadian hardisk dan laptop rusak beberapa waktu silam dan menyebabkan beberapa file tulisan hilang. Kok rasanya ngesave di blog masih menjadi opsi yang ‘leh uga’. Dan lagi, aku baru sadar blogger ada fitur buat ngejadwal postingan buat diupload—aku cuma ngehsettingan itu ada di fanpage facebook Masih Nyata. Hahaha, shame on me. So, bisa ngestock buat ngupload rutin deh (begitu pula dengan postingan ini). Hehehe
So, here you go. Tulisan zaman kapan yang diupload kapan~ ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Assala…

Unconditional Friendship

Gambar
Berpindah tempat. Menyelesaikan suatu tanggung jawab. Beradaptasi dengan lingkungan. Ikut serta dalam suatu kegiatan. Tak satu pun dari hal-hal tersebut yang dapat menghentikan diri ini untuk tidak berinteraksi dengan orang-orang di dalamnya.
Bertemu karakter yang unik, susah ditebak, misterius, ramah, cuek, dan banyak lagi menjadikan ‘memaklumi’ menjadi opsi paling tepat untuk diterapkan. Berkesan? Tentu saja. Dalam jangka lama? Belum tentu. Ya, mungkin karena aku bukanlah tipikal orang yang ingin mengingat banyak hal. Cukup yang penting-penting saja. Hehe.
Then, someone said, “teruslah beramal sholeh, kita kan tidak pernah tahu amal sholeh kita yang mana yang ntar ngebawa kita masuk surga”.
Ungkapan itu terngiang-ngiang dalam tempurungku. Jadikan banyak kisah terflashback dalam reka adegan kecil di imaji ini. Halah. But, seriously, ingatanku memang lebih didominasi dari segi visual. Baru setelahnya audio, kemudian verbal. Duh, penting banget ga sih ini? Skip. Skip. 

Mungkin kalau Bilal…

Sore dan Zaman

Gambar
Mengapa engkau begitu baik?
Sore datang setelah lama menghilang, namun Zaman tetap menyapa dengan bahasa yang menyenangkan. Sore tahu Zaman telah lama menunggu, tapi Sore terlalu malu atas pikirannya sendiri hingga tak mampu mendatangi Zaman.
Tapi engkau memang selalu menjadi baik.
Atas segala alpha yang Sore sengaja ataupun tidak. Atas segala pembelaan yang Sore coba bangun ‘tuk buat dirinya nyaman menjauh dari Zaman. Atau atas segala pendirian-pendirian yang Sore kokohkan untuk selalu menolak kebaikan Zaman.
Dan, engkau selalu saja seperti itu, menjadi begitu baik.
Sore menyalahkan diri tiada henti hari ini. Sore merasa begitu jahat. Teramat jahat karena tak membiarkan Zaman berbuat baik padanya. Sore menjadi merasa terlalu sombong. Sore menjadi merasa, tak pantas untuk diperlakukan dengan baik.
Seharusnya Zaman marah saja. Mencerca Sore dengan berjuta tanya atas alpha yang begitu lama. Seharusnya Zaman pergi saja, tidak usah merepotkan diri untuk menunggu begitu lama. Seharusnya Zama…

Kepada Puisi

Gambar
Kepada Puisi,
Terimakasih telah mengisi bait-bait dalam hidupku. Menyusun rima-rima yang menyenangkan, berderet dengan kata-kata yang membuat bahagia. Terimakasih telah menceritakan sedih tidak dengan tangis. Terimakasih telah menjadi wajah dalam tulisan.
Kepada Puisi,
Terimakasih telah menjadi ransel yang menampung banyak butuhku. Terimakasih karena mau mengenali, mau berbagi, mau memberi, mau menerima. Engkau mengabadikan kesan, menyimpannya agar tetap terkenang. Terimakasih untuk selalu ingat di saat aku lupa. Terimakasih karena telah terlahir di dunia.
Kepada Puisi,
Terimakasih untuk mencoba jujur, aku tahu itu tak selalu mudah. Terimakasih karena telah menjadi singkat dan padat. Terimakasih tak biarkanku berkata terlalu panjang karena kau terkarunia berjuta pemaknaan, kau tentu tahu aku tak suka berbicara terlalu banyak. Terimakasih karena menjadi mudah untukku, itu sangat membantu.
Kepada Puisi,
Ada sejuta maaf yang ingin kusampaikan padamu, tapi rasa syukur menemukanmu lebih p…