Sami'na Wa Atho'na


Jika Allah sudah berikan ketentuan, percaya deh kita sebagai manusia baiknya manut ajah. Sami'na wa atho'na. Karena pasti banyak kebaikan di dalamnya. Srsly. Bisa jadi ilmunya belum kita ketahui, atau baru sebagian saja yang sampai pada kita, dan kelak akan kita pahami penjelasan lengkapnya terus bergumam deh "oh ini alasannya, pantes ajah ga dibolehin Allah". Allah itu Maha Tahu, kita hambanya janganlah Maha Sok Tahu.

Seperti memakan/meminum makanan/minuman yang diharamkan misalnya, yaudasi jan dimakan/diminum. Wong diperintahin sama yang Maha Tahu kok yhaa. Kelak jika ilmu kita bertambah, (percaya aja) ntar kita bakal paham kok hal-hal yang diharamkan itu nyatanya tidak baik untuk kesehatan jiwa & raga kita,  mengacaukan kestabilan emosi bahkan, yang intinya kesemua itu untuk kebaikan kita sendiri. Agar menjadi lebih terjaga, tentram jiwanya, dan dapat menghargai diri sendiri pun orang lain.

Yang muslimah, diperintahkan tutup aurat ya tutup aja dulu yekan. Ketentuannya udah jelas kok. Sama kek ketentuan-ketentuan lainnya, ntar juga lau paham maksudnya seiring waktu. Disuruh tidak berzina, maka jangan dilakukan. Berbohong, mencuri, memfitnah, sombong, takabur, makan dari hasil riba, janganlah pokoke. Kalo ngeyel tetap dilakuin? Yhaa ntar jan ngeluh kalo uda celaka. Kalo uda gundah gulana hatinya, ga tentram, merasa tidak dihargai, merasa depresi. Yhaaa kan uda diperingati. Hanya gegara perkara belum yakin aja gitu. Padahal untuk urusan mengimani ketentuan Allah mah, yakini aja dulu. Allah knows the best for you. Mumpung masih ada waktu, yo ayo tobat, tobat together kitahh. Hehe




Mataram


Zulfin Hariani
211120181345

Komentar